Breaking News:

Harga BBM Naik

Tak Ingin Jokowi Naikkan Harga BBM Premium, Rustam Ibrahim: Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kecewa

Mantan Direktur LP3ES Rustam Ibrahim memberikan tanggapan soal polemik kenaikan harga BBM jenis Premium.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Kompas/Priyombodo
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Direktur LP3ES, Rustam Ibrahim, memberikan tanggapan soal polemik kenaikan harga BBM jenis Premium.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Rustam Ibrahim melalui laman Twitter @RustamIbrahim, Kamis (11/10/2018).

Dalam kicauannya itu, Rustam meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk secara tegas tidak akan menaikkan harga BBM jenis Premium.

Ini dikarenakan, menurut Rustam, rakyat kecil nantinya akan merasa kecewa.

Menurutnya, perlu mencari alternatif kebijakan lain untuk menghadapi naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di mana kebijakan tersebut tidak berdampak pada rakyat kecil.

Tanggapi Pernyataan Sekjen PSI Soal Kenaikan Harga BBM, Faldo Maldini: Duhhh Si Juli Bikin Gemes

Berikut kicauan lengkap Rustam Ibrahim mengenai hal tersebut.

"Presiden @jokowi harus tegas tidak akan menaikkan harga BBM Premium, karena akan berdampak kepada inflasi.

Sekarang rakyat menikmati harga bahan-bahan pokok yang stabil.

Jangan pernah membiarkan rakyat kecil kecewa.

Menteri-menteri Presiden @jokowi harus berpikir keras mencari dan mengusulkan alternatif kebijakan-kebijakan lain menghadapi naiknya nilai tukar Dollar AS terhadap Rp, KECUALI yang berdampak terhadap rakyat kecil.

Menunda pembangunan infrastruktur misalnya @KemenBUMN @KemenkeuRI @KementerianESDM

Presiden @jokowi jangan pernah tunduk kepada usul-usul kebijakan korporasi BUMN yang hanya berpikir mencari untung.

Direksi dan Komisaris yang hanya berpikir tentang bonus dan dividen.

BUMN hanyak punya hak hidup jika untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Jangan pernah percaya jika ada oposisi yang "berbaik hati" memahami dan mengusulkan agar Presiden menaikkan harga BBM.

Jika naik mereka akan ramai-ramai mengkritik dan akan menyerang kebijakan @jokowi. Saya sangat yakin tentang itu.

BBM Jenis Premium Tidak Jadi Naik, Fahri Hamzah Bandingkan Menteri ESDM dengan Ratna Sarumpaet

Kenaikan Dollar AS sampai skrg hampir belum ada dampaknya terhadap harga-harga kebutuhan pokok rakyat.

Tapi menaikkan harga BBM Premium pasti berdampak kenaikan harga-harga bahan pokok dan inflasi.

Mudah2an Menteri2 @jokowi MIKIR keras utk cari kebijakan lain @KemenkeuRI @KementerianESDM," tulisnya.

Sementara itu, diberitakan Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait akan segera rapat koordinasi membahas kenaikan harga BBM jenis premium.

Namun, Darmin belum memastikan kapan waktunya karena masih ada beberapa agenda yang sedang berjalan, seperti Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Saya tidak perlu mengatakan kapan. Tapi, dalam waktu dekat (akan dilaksanakan)," kata Darmin usai penandatanganan kontrak investasi 19 proyek infrastruktur di Hotel Inaya, Kamis (11/10/2018).

Terkait apakah harga premium dipastikan akan naik, Darmin menyebut lebih baik hal itu dijelaskan pada waktunya.

Darmin juga memastikan rakor akan digelar dalam waktu dekat, setelah Pertemuan IMF-Bank Dunia selesai.

"Ya selesaiin dulu lah (acara Pertemuan IMF-Bank Dunia) di sini. Di sini sudah penuh acaranya," tutur Darmin.

Rapat Terkait Kenaikan BBM Jenis Premium Digelar Usai Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan ada tahapan yang harus ditempuh jika mau menaikkan harga premium.

Hal itu dikarenakan premium merupakan jenis BBM khusus penugasan yang berbeda dengan jenis BBM lain, baik BBM subsidi maupun non subsidi.

"Keputusannya kan ada di regulator, pemerintah. Kami mengikuti saja. Kalau keputusannya tidak dinaikkan, ya kami jalankan," ujar Nicke.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat membocorkan perubahan harga premium yang sebelumnya diumumkan akan naik pada Rabu (10/10/2018) pukul 18.00 WIB.

Jonan mengatakan harga BBM Premium akan naik menjadi Rp 7 ribu per liter yang sebelumnya Rp 6.500 per liter, dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

Harga BBM Premium Pertamina Rp 7.000 per liter tersebut berlaku untuk wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Sedangkan untuk wilayah di luar Jamali, Premium dijual seharga Rp 6.900.

"Untuk Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) harga per liter jadi Rp 7.000. Sementara di luar Jamali jadi Rp 6.900," kata Jonan  saat ditemui di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Rabu (10/10/2018).

Tak berselang lama, Jonan kembali mengumumkan penundaan menaikkan harga BBM usai mendengar instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut penuturan Jonan, PT Pertamina (Persero) belum siap untuk menaikkan premium hari ini.

"Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada Tribunnews.com di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 18.30 Wita.

Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan BBM, Wasekjen Demokrat: Di Mana Salahnya?

Mengenai durasi waktu penundaan, Jonan mengaku tidak pasti.

"Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya. Demikian sesuai arahan bapak presiden," ujar Jonan.

Di hari yang sama, sebelumnya Pertamina telah mengumukan menaikkan harga bbm jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO, pada Rabu (10/10/2018), pukul 11.00 WIB, dilansir TribunWow.com dari Pertamina.com, Rabu (10/10/2018).

Penetapan kenaikan harga tersebut mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Kisaran kenaikan harga setiap produk berbeda-beda, antara Rp 900 hingga Rp 2.100 dan berbeda di setiap wilayah.

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

Menurut informasi yang dirilis Pertamina, penyesuaian kenaikan harga BBM sendiri mengacu pada harga minyak mentah dunia, yang terus merangkak naik yang menyentuh menembus 80 dolar per barel. (TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)

Tags:
Joko WidodoHarga BBMBBM jenis premiumRustam IbrahimTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved