Breaking News:

Gempa Bumi

Duka Korban Gempa Palu, Berlindung dari Terik Matahari di Bawah Tenda Terpal Plastik

Sudah hari ke-14 pascagempa dan tsunami, pengungsi Palu merasakan panasnya matahari dalam tenda pengungsian.

Editor: Astini Mega Sari
Kompas.com/Cynthia Lova
Kondisi tenda pengungsi di Balai Kota, Tanamodindi, Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah. 

“Rasanya ingin pulang ke rumah nonton televisi seperti biasanya. Duduk-duduk di depan rumah enak rasanya,” ucap Nurjanah.

Namun, gempa dan tsunami telah memporak-porandakan rumahnya yang kala itu baru saja diperbaiki.

“Rumah saya sudah tidak berbentuk sekarang. Kotor sudah, atap roboh, kemarin ditemukan banyak mayat di sekitar rumah, makanya saya takut pulang ke rumah,” ujar Nurjanah.

Ia tidak bisa melupakan momen saat gempa dan tsunami menerjang rumahnya. Kejadian itu, lanjut dia, berlangsung sangat cepat.

Selamat dari Gempa, Pemilik Rumah Makan di Palu Akui Raup Omzet Rp 30 Juta setelah Buka Kembali

“Saya sudah melihat air laut itu seperti dirasuki setan yang mengejar-ngejar saya dan keluarga saya kala itu,” ucap Nurjanah.

Nurjanah selamat setelah berlari dari Pantai Talise ke Balai Kota, yang jadi tempat pengungsiannya saat ini.

Ia tidak bisa memastikan sampai kapan dirinya dan keluarga bisa bertahan tidur di pengungsian dengan kehidupan seperti sekarang.

“Saya sudah trauma tinggal di rumah dan tiba-tiba gempa tsunami menerjang rumah kami lagi,” tutur Nurjanah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Derita Korban Gempa Palu yang Bertahan di Tenda Pengungsian...

Sumber: Kompas.com
Tags:
Gempa BumiGempa dan tsunami PaluGempa PaluGempa di Sulawesi Tengah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved