Kabar Tokoh
Usai Sebut Elite Indonesia Gagal Kelola Negara, Prabowo: Saya Berbeda, Saya Elite yang Tercerahkan
Prabowo Subianto mengatakan alasannya mengapa ia berbeda dengan elite politik Indonesia yang lain.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan alasannya mengapa ia berbeda dengan elite politik Indonesia yang lain.
Dilansir TribunWow.com dari dari Kompas TV, Rosi, Jumat (5/9/2018), Prabowo sebelumnya menuturkan para elite politik di Indonesia telah gagal mengelola negara.
"Saya merasa ada hal-hal mendasar, kebangsaan ini, dalam bangsa kita, dimana elite kita ini, maaf dengan segala hormat, elit kita telah gagal mengelola negara, dan karena itu, saya masih harus turun ke rakyat, saya sadarkan rakyat, rakyat kita, saya harus menggunggah kesadaran, bahwa sistim ekonomi sekarang salah, keliru," tutur Prabowo Subianto.
Prabowo menilai ia juga termasuk kedalam barisan elite politik tersebut, namun ia berbeda.
"Ini salah elite Indonesia, saya maksud elite Indonesia ini kelompok pemimpin, berarti termasuk saya sendiri, bedanya saya elite yang sadar, saya elite yang tercerahkan, saya elite yang paham," ujar Prabowo.
• Insank Nasruddin Mengaku Pernah Lihat Ratna Sarumpaet Beberapa Kali Konsumsi Obat
Prabowo mengungkapkan para elite politik masa kini membiarkan kekayaan Indonesia diambil alih pihak asing.
Ia juga mengatakan hal itu yang membuatnya tetap maju dalam pemilihan presiden tahun 2019.
"Kita satu-satunya negara yang membiarkan kekayaan kita diambil keluar negeri.
Sudah puluhan tahun elit kita membiarkan, bahkan memfasilitasi. Karena itu saya masih maju di politik," ungkap Prabowo.
Sebelumnya, dikesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan alasan mengapa ia tetap mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia, setelah tiga kali maju di pemilihan presiden (pilpres) tahun-tahun sebelumnya.
Prabowo sebelumnya mengungkapkan, pilpres ini merupakan keempat kalinya ia ikut.
Sebelumnya ia pernah maju di pilpres tahun 2004, 2009, dan 2014, namun gagal.
Prabowo mengaku ia tetap mencalonkan diri menjadi presiden untuk memperbaiki keadaan Indonesia menjadi lebih baik.
Dalam statementnya, ia juga menepis bahwa ia haus akan kekuasaan.
• Fadli Zon Kirim Pertanyaan Terbuka ke Lagarde soal Manfaat Pertemuan IMF-World Bank bagi Indonesia
"Ini hampir 20 tahun, ini saya buktikan bahwa saya tidak haus akan kekuasaan, bahwa saya ingin mendapat kekuasaan karena saya ingin memperbaiki keadaan negara.