Gejolak Rupiah
Dollar AS Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani: Kita Terus Melihat Perkembangannya
Sri Mulyani menyampaikan bahwa dirinya terus melihat perkembangan nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka Rp 15.000 per dolar AS.
Penulis: Mutmainah Rahmastuti
Editor: Bobby Wiratama
Dikutip data Bloomberg, pada Selasa (2/10/2018), nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.025 per dolar AS.
Angka tersebut merupakan yang terendah sejak krisis keuangan Asia pada Juli 1998.
• Soal Kabar BBM Harga 100 Ribu Per Liter di Palu, Pertamina Angkat Bicara
Sementara itu, diberitakan dari Kontan.co.id, Selasa (2/10/2018), nilai tukar rupiah tercatat sebagai mata uang dengan presentase pelemahan terbesar.
Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra menuturkan, faktor eksternal menjadi penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah.
Suku bunga acuan bank sentral AS disebut telah mempengaruhi kondisi perekonomian.
Putu memperkirakan suku bunga AS masih akan terus naik hingga mencapai 3,5 persen.
Selain suku bunga acuan, adanya kesepakatan baru NAFTA antara AS, Kanada, dan Meksiko menjadi faktor yang memperkuat dolar.
Dari dalam negeri, adanya deflasi pada bulan September seharusnya bisa menahan pelemahan rupiah lebih lanjut.
Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan deflasi terjadi karena keberhasilan pemerintah dalam menjaga harga barang konsumsi. (TribunWow.com/Mutmainah Rahmastuti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sri-mulyani_20180821_134402.jpg)