Gempa Bumi
Media Asing Soroti Penjarahan Mal yang Dilakukan Warga usai Gempa dan Tsunami di Palu
Sebuah media asing, South China Morning Post menyoroti peristiwa penjarahan yang dilakukan korban gempa di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Palu
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sebuah media asing, South China Morning Post, menyoroti peristiwa penjarahan yang dilakukan korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, di sejumlah pusat perbelanjaan.
Seperti dilansir TribunWow.com, dalam artikel yang diterbitkan South China Morning Post, Minggu (30/9/2018), mereka menyebut Tim penyelamat berjuang untuk menjangkau korban yang terperangkap reruntuhan bangunan, sementara orang-orang yang selamat justru menempatkan hidupnya dalam risiko.
Mereka memasuki pusat perbelanjaan yang bangunannya tak stabil untuk mengambil apa pun yang mereka temukan usai gempa bumi besar dan tsunami yang menewaskan ratusan orang.
• Soal Penjarahan pasca Gempa, Ferdinand Hutahaean: Kalau TV dan HP? Darurat Pak?

Dalam foto-foto yang diunggah media tersebut tampak orang-orang menjarah barang-barang dari pusat perbelanjaan yang tidak dijaga di Palu.
Bahkan, terlihat seorang pria mengambil TV besar sekitar 50 inch dan mengangkutnya menggunakan sepeda motor.

Mereka tampaknya tidak peduli dengan keselamatan mereka, meskipun gempa susulan masih bisa terjadi dan bangunan tak stabil.
• Terkait Penjarahan Toko di Palu Pasca Gempa dan Tsunami, Faldo Maldini: Sanksi yang Bandel!
Dalam foto lainnya menunjukkan, orang-orang menghadang truk yang memuat bahan bakar di Palu dan menjarah bensinnya.

Seperti diketahui gempa berkekuatan 7,4 SR merusak ribuan bangunan di kota Palu dan Donggala, Jumat(28/9/2018) lalu.
Tsunami setinggi tiga meter pun menghantam beberapa pesisir pantai pulau Sulawesi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga Senin (1/10/2018) pukul 13.00 WIB mencapai 844 orang.
Korban meninggal di Kota Palu berjumlah 821 , Kabupaten Donggala berjumlah 11 orang, sementara Kabupaten Parigi Mautong 12 orang.
• Setkab Sebut Jokowi Tak Melihat Aksi Penjarahan, Politisi Demokrat: Jangan Disangkal Nanti Blunder
Korban yang meninggal dunia juga telah dimakamkan setelah dilakukan identifikkasi melalui DVI, deteksi wajah, dan sidik jari dan data tersebut disimpan oleh Polda Palu.
Untuk korban luka berat, tercatat mencapai 632 orang dan kini tengah dirawat di rumah sakit.
Total pengungsi berjumlah 48.025 jiwa yang tersebar di 103 titik pengungsian.
Korban yang belum ditemukan diperkirakan berjumlah 90 orang.
Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum terindentifikasi.
Korban lain diduga masih tertimbun bangunan runtuh dan juga sebab lain karena belum terjangkau oleh Tim SAR.
(TribunWow.com/Ekarista R.P)