Gampa Bumi
Mardani Ali Sera Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah Tangani Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
Mardani Ali Sera mengapresiasi gerak cepat dari pemerintah terkait penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM – Wakil Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengapresiasi gerak cepat dari pemerintah terkait penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.
• Jusuf Kalla Tanggapi Warga Binaan Melarikan Diri saat Gempa dan Tsunami di Sulteng
Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @MardaniAliSera, Mardani mengatakan Indonesia sedang berduka setelah gempa bumi melanda Lombok yang mengakibatkan rusak berat.
Kini, Palu dan Donggala juga terkena gempa bumi dan tsunami.
Mardani juga memuji gerak cepat dari pmerintah yang langsung turun meninjau daerah terkena bencana dan tanggap darurat dalam mengevakuasi korban.
Pelopor tagar 2019 Ganti Presiden itu juga meminta pemerintah untuk memperbanyak pasokan kebutuhan-kebutuhan mendesak bagi para korban, seperti makanan, minuman dan obat-obatan.
Tidak hanya itu ada kebutuhan lain yang diungkapkan oleh Mardani seperti listrik, tenda, terpal, selimut serta pakaian dewasa dan anak.
Mardani juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar pemerintah dan para relawan terus bergerak cepat dan strategis dalam menghadapi bencana ini.
Tidak hanya itu, Mardani menyarankan agar pemerintah memfokuskan pada warga yang masih bisa diselamatkan dengan bantuan makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan.
Mardani mengungkapkan bahwa pemerintah harus mengevaluasi dan membenahi sistem deteksi tsunami di Indonesia.

“Setelah wilayah Lombok rusak berat akibat gempa, kini Sulawesi Tengah juga mengalami kerusakan hebat dan menimbulkan korban yang luar biasa di Palu dan Donggala. Indonesia Sangat Berduka Kita wajib bantu bersama
Mari perbanyak Istigfar dan mendoakan sahabat sahabat kita yang terkena bencana hebat ini, khususnya yg baru terjadi di Palu dan Donggala. Duka mendalam di sana, menjadi duka Indonesia.
Kami mengapresiasi gerak cepat pemerintah yang langsung turun meninjau lokasi Bencana. Tanggap darurat evakuasi korban.
Kami meminta perbanyak pasokan makan dan minum serta obat2an, ini sdh sangat urgent.
Kbutuhan lain: Listrik, BBM, Tenda/Terpal, selimut, pakaian dewasa & anak
Doakan pemerintah & relawan terus bergerak cepat & strategis menghadapi Bencana ini.
Melihat kondisi, mungkin masih banyak korban lagi yang belum diketemukan, fokus selamatkan warga yang masih bisa diselamatkan dan bantuan makanan obat-obatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Kami meminta pemerintah mengevaluasi dan membenahi sistem deteksi tsunami di Indonesia.
Krn korban banyak sekali dari tsunami yg menerjang warga.
Pemerintah harus belajar dari kesalahan, jangan sampai terulang lagi abai membiarkan sistem deteksi tsunami rusak
Doa Doa Dan doa untuk keselamatan masyarakat Palu dan Donggala, untuk Lombok juga Indonesia.
Mari kita mendoakan dan berbagi untuk saudara-saudara kita yang terkena Bencana, jika yang punya kelebihan dana mari kita salurkan,” tulis @MardaniAliSera
• Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Tidak Ada Rencana Penetapan Gempa Sulteng sebagai Bencana Nasional
Sementara itu, melalui akun Twitter @BNPB_Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya telah merilis data korban akibat gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
"Ratusan wartawan nasional dan internasional meliput konferensi pers update 30 September 2018, pk.13.00 WIB oleh Kapusdatinmas BNPB @Sutopo_PN , berikut materinya dan updatenya 832 org MD #PrayForDonggala #PrayForPalu #SultengBangkit #SiapUntukSelamat #BudayaSadarBencana," tulis @BNPB_Indonesia
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami hingga Minggu (30/9/2018) pukul 13.00 WIB mencapai 832 orang.
Korban meninggal di Kota Palu berjumlah 821, sedangkan Kabupaten Donggala berjumlah 11 orang.
Untuk korban luka berat, tercatat mencapai 540 orang dan kini tengah dirawat di rumah sakit.
Untuk total pengungsi berjumlah 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik pengungsian.
Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum terindentifikasi.
Terdapat korban lain diduga masih tertimbun bangunan runtuh dan juga sebab lain karena belum terjangkau oleh Tim SAR. (TribunWow.com/Gigih Prayitno)