Breaking News:

Kabar Tokoh

SBY Minta Maaf ke Jokowi, Ruhut Sitompul: Akhir-akhir Ini Pernyataan Kader-kadernya Tak Akurat

Ruhut Sitompul menanggapi permohonan maaf Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ruhut Sitompul 

Pernyataan spontan AA tsb mungkin berlebihan & membuat tak nyaman Pak Jokowi & Pak Prasetyo *SBY*

Saya tahu AA mewakili perasaan jutaan kader Demokrat yg tidak terima partai & pemimpinnya dilecehkan oleh Partai Nasdem *SBY*

Penjaketan Ketua DPD PD Sulut Vicky Lumentut (jadi kader Nasdem) secara demonstratif tadi malam memang sangat melukai *SBY*

Meskipun saya yakin Pak Jokowi tidak tahu-menahu, beliau pasti bisa rasakan perasaan kader Demokrat. Semoga dapat dipetik hikmahnya *SBY*

Saya juga yakin Presiden Jokowi ingin pemilu ini berlangsung secara damai & tak ada perilaku politik yg melampaui batasnya *SBY*," tulis SBY.

 Arie Untung Kenang Foto saat di Jembatan Ponulele yang Kini Runtuh akibat Gempa Palu

Kicauan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga merupakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berisi permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kejaksaan Agung atas cuitan kader Demokrat Andi Arief, Jumat (28/9/2018).
Kicauan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga merupakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berisi permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kejaksaan Agung atas cuitan kader Demokrat Andi Arief, Jumat (28/9/2018). (Twitter @SBYudhoyono)

Tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief

Diketahui, Andi Arief melalui laman Twitter @AndiArief__ pada  Jumat (28/9/2018), menuding Kejaksaan Agung sebagai alat politik Partai Nasdem.

Andi menuding bahwa Kejaksaan Agung menggunakan kekuasaannya sebagai lembaga penegak hukum untuk kepentingan politik.

Selain itu, Andi Arief juga menuding bahwa Presiden Jokowi mengetahui dan terlibat dalam hal tersebut.

"Jokowi ini tahu apa pura2 gak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power jaksa agung yang menjadi ketua DPD Nasdem propinsi kejaksaan?

Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden.

Kejaksaan jadi alat politik Nasdem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat.

Jokowi, kejaksaan dan Nasdem apa harus menunggu SBY menyerukan rakyat turun ke jalan untuk mengakhiri kebobrokan hukum yang digunakan untuk politik?" tulis Andi Arief.

Kicauan Andi Arief yang berisi Tudingan kepada Kejaksaan Agung sebagai alat politik Partai Nasdem, Jumat (28/9/2018).
Kicauan Andi Arief yang berisi Tudingan kepada Kejaksaan Agung sebagai alat politik Partai Nasdem, Jumat (28/9/2018). (Twitter @AndiArief__)

Tanggapan Nasdem

Di sisi lain, Nasdem melalui Johnny G. Plate selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) mengatakan apabila beralihnya kader dari partai satu ke partai lainnya tidak menjadi ranah presiden.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Ruhut SitompulPartai DemokratPresiden Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved