Pilpres 2019
Dahnil Anzar Sebut Timses Jokowi Miliki Etika Politik Rendah, Teddy Gusnaidi: Dia Ngomong Tanpa Ilmu
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak.
Hal tersebut disampaikan Teddy lewat kicauan di akun Twitter miliknya, @TeddyGusnaidi, Sabtu (29/9/2018).
Awalnya Teddy mentautkan sebuah pemberitaan mengenai Dahnil Anzar yang menyebut tim kampanye Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin memiliki standar etika politik yang rendah lantaran memasukkan 15 menteri dalam tim sukses mereka.
Menanggapi hal itu, Teddy mempertanyakan aturan mana yang dilanggar oleh kubu Jokowi.
Ia menuliskan bahwa Undang Undang Pemilu memperbolehkan menteri masuk dalam tim kampanye dengan batasan-batasan tertentu.
Lebih lanjut, Teddy menganggap Dahnil Anzar asal mengeluarkan pernyataan.
• 15 Menteri Jadi Timses Jokowi-Maruf, Dahnil Anzar: Etika Politik yang Tinggi Tidak Lagi Dihadirkan
"Juru bibir Prabowo-sandi ini mengatakan, rencana masuknya 15 menteri kabinet kerja di Tim Kampanye Jokowi -Ma'ruf melanggar standar kode etis & menunjukkan standar etika pemerintahan Pak Jokowi rendah. Coba tanya di mana aturan yang dilanggar? Pasti planga-plongo.. @Dahnilanzar.
UU Pemilu membolehkan Menteri masuk dalam tim Kampanye dan boleh berkampanye.
Ada batasan-batasan yang sudah diatur sedemikian rupa di dalam UU. Si @Dahnilanzar dan tim Kampanye Prabowo-sandi yang lain mana paham yang beginian. Ngomong tanpa ilmu..," tulis akun @TeddyGusnaidi.

"Karena di Indonesia, Kode etik itu pun diatur. Kode etik Pemerintah, Kode etik DPR, Kode etik penyelenggara Pemilu dan banyak lagi kode etik yang diatur.
Nah si @Dahnilanzar ini pake kode apaan hingga dia bisa mengatakan melanggar? Apa pake kode buntut?
Jelas ya baik UU Pemilu maupun kode etik yg punya kekuatan hukum di negara ini, jika ada orang yg kebetulan menjabat menteri dan masuk menjadi tim kampanye, itu tdk melanggar sama sekali.
Si @Dahnilanzar nafsunya besar tapi tidak punya kemampuan intelektual soal Pemilu & etik," tulis akun @TeddyGusnaidi.
• Tak Dibebani Jadi Timses, Bupati dan Wakil Bupati Garut Ucapkan Terima Kasih pada Prabowo-Sandi

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (28/9/2018), Dahnil Anzar sebelumnya menilai koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf memiliki etika politik yang rendah.