Breaking News:

Gerakan 30 September

Soal Film Gerakan 30 September, Sekjen PSI Raja Juli Antoni: Filmnya Jelek

"Mestinya para sutradara muda kita ada yang buat film baru dengan cara dan isi yang lebih segar, mendidik dan menghibur," tulis Raja Juli Antoni

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Raja Juli Antoni - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni angkat bicara soal film Gerakan 30 September.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Raja Juli Antoni melalui laman Twitter miliknya, @AntoniRaja pada Jumat (28/9/2018).

Dalam kicauannya itu, ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi siapapun untuk menonton film Gerakan 30 September.

Namun, ia menjelaskan bahwa kualitas film tersebut tidaklah bagus.

Ia lantas berharap ada sutradara muda yang mau membuat film baru dengan cara dan isi yang lebih segar.

Peringati Haul ke-11 Soeharto, Titiek Unggah Foto Terakhir Ayahnya

Berikut kicauan lengkapnya.

"1. Soal Film G30SPKI, yang mau nonton silakan, yang gak juga gak apa-apa. Tidak ada paksaan dalam nonton film

2. Yang pasti filmnya jelek. Dari sisi sinematografi gak ada spesial-spesialnya, kreativitas apa yang diharapkan di era semua harus diseragamkan?

3. Dari segi subtansi, apa yang diharapkan dari film propaganda dengan tafsir tunggal penguasa?

4. Mestinya para sutradara muda kita ada yang buat film baru dengan cara dan isi yang lebih segar, mendidik dan menghibur

5. Jadi, kalau ada yang mau nonton, mangga wae. Yang gak mau nonton boleh juga," tulis Raja Juli Antoni.

Kicauan Raja Juli Antoni, Jumat (28/9/2018).
Kicauan Raja Juli Antoni, Jumat (28/9/2018). (Twitter @AntoniRaja)

Sementara itu, dilansir TribunWow.com dari program acara Rosi di Kompas TV, Kamis (27/9/2018), Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kaum muda atau generasi milenial harus menonton film mengenai Gerakan 30 September.

Gatot mengatakan hal ini lantaran menurutnya, sangat penting untuk bangsa Indonesia tahu mengenai sejarah kelam Indonesia.

"Momentum ini yang harusnya selalu mengingatkan bahwa bangsa ini pernah punya sejarah kelam, di mana sebuah organisasi melakukan makar dan kudeta dengan cara kejam keji dan biadab. I ni tidak boleh terulang, jadi sejarah ini harus diketahui dari generasi ke generasi, agar waspada," ujar Gatot.

Gatot mengatakan di tahun 2000, sejarah mengenai pemberontakan pada 30 September tidak ada lagi, maka dari itu ia menegaskan generasi muda harus tahu tentang sejarah.

Halaman 1/2
Tags:
Raja Juli AntoniGerakan 30 SeptemberFilm
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved