Kabar Tokoh
Luhut Optimis Indonesia Bisa Lewati Krisis Ekonomi
Dirinya dalam agenda kunjungan itu untuk menjelaskan situasi terakhir keadaan ekonomi Indonesia dalam rangka mengundang lebih banyak investor.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dirinya optimis Indonesia bisa menghadapi krisis perekonomian.
Dilansir TribunWow.com dari akun Instagram @Kemenkomaritim, Jumat (28/9/2018), hal itu diungkapkan Luhut saat bertemu Morgan Stanley Asset Management di New York, Amerika Serikat (AS), Rabu (27/09/2018) waktu setempat.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Luhut menjelaskan situasi terakhir keadaan ekonomi Indonesia dalam rangka mengundang lebih banyak investor datang ke Indonesia.
Ia pun optimis bahwa Indonesia bisa selamat dari situasi perekonomian saat ini.
“Saya yakin pemerintahan sekarang bisa melewati situasi ekonomi saat ini. Momentum ini kami jadikan untuk melakukan beberapa perubahan karena berada di dalam situasi nyaman dengan kebijakan yang tidak jelas sangat berbahaya,” kata Luhut seperti yang dikutip dari caption unggahan Instagram @Kemenkomaritim.
• 15 Menteri Jadi Timses Jokowi-Maruf, Dahnil Anzar: Etika Politik yang Tinggi Tidak Lagi Dihadirkan
Menurut Luhut, situasi itu membuat Indonesia menjadi tidak efisien, pemborosan, korupsi, dan lainnya.
Dilansir TribunWow.com dari situs Kementerian Maritim, Kamis (27/9/2018), Luhut menuturkan saat ini masalah Indonesia adalah menguatnya dolar AS terhadap rupiah tetapi masih dapat diatasi.
"Inflasi di bawah 5% akhir bulan ini kami berharap angkanya bisa sekitar 4%. Tetapi di sektor lain terjadi perbaikan," ujar Luhut.
Luhut juga menuturkan kelas menengah perekonomian Indonesia cenderung defisit saat ekonominya tumbuh pesat.
• Tumis Pepaya hingga Perkedel Jagung, Menu Makan Siang Agnez Mo dan Moeldoko saat Bertemu di KSP
Hal itu karena adanya jumlah kelas menengah yang makin besar dan membuat permintaan untuk barang-barang impor seperti mobile phone meningkat.
"Kelas menengah ini juga membuat pariwisata domestik kita meningkat. Bisnis pariwisata berkembang, seperti hotel dan tujuan wisata. Dalam lima tahun terakhir pembelian pesawat Boeing dan Airbus kebanyakan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan Indonesia,” paparnya.
Faktor lainnya, Luhut mengutarakan tingginya angka impor bahan mentah terutama di sektor migas dan barang-barang konsumsi.
Ia mengambil contoh terhadap kebijakan impor slab di Morowali.
"Padahal kawasan industri di Morowali sudah mengekspor slab. Kami memutuskan tidak boleh ada lagi impor bahan mentah."
• Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Prabowo Subianto: Mereka Ingin Bersahabat Baik dengan Kita
"UU nya sudah ada sejak tahun 2009, tapi tidak disiplin dalam pelaksaannya. Sekarang presiden Joko Widodo bertekad untuk melaksanakan semua peraturan yang sudah ada,” ujar Luhut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/luhut-binsar-pandjaitan_20180828_154907.jpg)