Breaking News:

Kabar Tokoh

Sindir Pejabat Publik di Era Jokowi, Suryo Prabowo: Responsnya Pasti Ngeles dan Sinis

Purnawirawan Suryo Prabowo menanggapi pernyataan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kemen PUPR Herry Trisaputra Zuna soal tarif baru Tol JORR.

Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
Tribunnews
Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjen (Purn) Suryo Prabowo 

TRIBUNWOW.COM - Purnawirawan, Suryo Prabowo, menanggapi pernyataan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, soal tarif baru Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @marierteman, pada Kamis (27/9/2018).

Awalnya, Suryo Prabowo mentautkan pemberitaan terkait pernyataan Herry Trisaputra Zuna yang menyebut jalan tol merupakan jalan nasional yang bersifat alternatif.

Jokowi Absen di Sidang PBB, Fahri Hamzah: Harusnya Ini Saatnya Curi Perhatian Dunia seperti Soekarno

Dalam pemberitaan itu juga disebutkan, pemerintah berencana menerapkan integrasi transaksi di Tol JORR mulai 29 September 2018.

"Nah, silakan bagi yang merasa kenaikan ini terlalu mahal, gunakan jalan non tol. Dan tentu yang jarak-jarak pendek ya. Dengan alternatifnya baik, rasanya lebih baik tidak pakai tol," kata Herry, Rabu (26/9/2018) dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.

Menanggapi hal itu, Suryo Prabowo menyebut respons dari pejabat publik era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasti suka beralasan dan terkesan sinis.

"tuh kan, responsnya pejabat publik jamannya pak @jokowi pasti ngeles dan sinis seperti itu," tulis Suryo Prabowo.

Diberitakan Kompas.com, rencana pemerintah dalam menerapkan transaksi di Tol JORR mulai 29 September 2018 berdampak pada penyesuaian tarif.

Yenny Wahid Ungkap Kehidupan Sederhana yang Dijalani Gus Dur: Pernah Berjualan Beras hingga Es Lilin

Masyarakat pengguna kendaraan pribadi atau Golongan I yang melakukan perjalanan jarak pendek di bawah 17,5 kilometer, akan mengalami kenaikan tarif dari Rp 9.500 menjadi Rp 15.000.

Sementara, bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh akan mengalami penurunan tarif.

Penurunan tarif signifikan akan dirasakan kendaraan logistik yang masuk ke dalam Golongan V.

Untuk itu, Herry Trisaputra Zuna menyarankan pengguna kendaraan yang merasa keberatan dengan tarif baru Tol Jakarta Outer Ring Road ( JORR), menggunakan jalan utama.

Menurut dia, jalan tol merupakan jalan nasional yang bersifat alternatif yang diperuntukkan bagi kendaraan primer, seperti masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh dan angkutan logistik.

"Nah silakan bagi yang merasa kenaikan ini terlalu mahal, gunakan jalan non tol. Dan tentu yang jarak-jarak pendek ya. Dengan alternatifnya baik, rasanya lebih baik tidak pakai tol," kata Herry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Ferdinand Klaim Lebih Mampu Urus Negara Dibanding Jokowi, Pasek Suardika: Kenapa Enggak Nyapres Aja

Herry menambahkan, setiap kebijakan publik yang dibuat pemerintah memang tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak.

Namun paling tidak, kebijakan baru yang dibuat harus memberikan prioritas kepada pihak yang harus diprioritaskan.

"Dalam hal ini sebagai jalan nasional kita prioritaskan kepada angkutan logistik," kata dia. (TribunWow.com/ Rekarinta Vintoko)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Joko WidodoSuryo PrabowoHerry Trisaputra Zuna
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved