Breaking News:

Kabar Tokoh

Menkeu Sri Mulyani: Saya Sering Cerewet Bukan karena Saya Perempuan

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (25/9/2018).

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Sri Mulyani Indrawati - Menteri Keuangan Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum mengenai 'Strategi Optimalisasi Manajemen Barang Milik Negara Dalam Pengelolaan Kebijakan Fiskal' di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (25/9/2018).

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Sri Mulyani menegaskan Barang Milik Negara (BMN) harus dikelola dengan baik.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, Kementerian Keuangan mempunyai tugas yang spesifik.

Jokowi Janjikan Gaji ke-13 dan THR Tahun Depan, Ferdinand: Orang Ini Tak Takut Negara Bangkrut

"Kadang-kadang saya sering cerewet bukan karena saya perempuan, tetapi karena itu adalah mandat undang-undang bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan dan menjadi barang, harus kita administrasikan, dilaporkan, didayagunakan, dan dinilai tambahkan," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, hingga kini masih ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tidak bisa mengadministrasikan dan mengelola BMN yang dibagun.

Sehingga BMN tersebut belum bisa ditentukan statusnya padahal dibangun dengan uang negara.

Menurut Sri Mulyani, sering terjadi ketidaksinkronan antara kementerian dengan pemerintah daerah.

"Itu sering terjadi di beberapa kementerian dan lembaga dengan daerah itu tidak sinkron. Makanya proses perencanaan itu sangat penting sekali," jelas Sri Mulyani.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan kemenkeu.go.id, Selasa (25/9/2018), Sri Mulyani menyampaikan total kekayaan Indonesia, sekitar 38 persen merupakan BMN.

Rupiah Melemah Lagi, Direktur Garuda Berjangka Jelaskan Penyebabnya

Menurutnya, manajemen BMN yang baik akan mendatangkan banyak manfaat dalam proses pembangunan.

Hal ini akan berdampak positif pada kesejahteraan rakyat.

Sri Mulyani juga menuturkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan BMN mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir.

Namun, PNBP dari pengelolaan BMN disebut masih sangat kecil yakni Rp 2,17 triliun atau 0,79 persen.

Pemerintah berkomitmen kuat untuk mengelola BMN dengan profesional dan optimal.

Hal ini dibuktikan dengan kinerja pengelolaan BMN yang semakin baik.

Edy Rahmayadi: Wartawan adalah Mata dan Telinga bagi Gubernur Sumut

"Manajemen BMN adalah hal penting dalam pengelolaan kekayaan negara. Mari kita semua jaga aset negara untuk kita semua dan yang Anda wariskan ke generasi selanjutnya," ujar Sri Mulyani. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Tags:
Sri Mulyani IndrawatiMenteri Keuangan (Menkeu)Barang Milik Negara (BMN)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved