Breaking News:

Gejolak Rupiah

Rupiah Melemah Lagi, Direktur Garuda Berjangka Jelaskan Penyebabnya

Nilai tukar rupiah di pasar spot mencapai Rp 14.915 per dolar AS pada pukul 10.29 WIB.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi rupiah anjlok 

TRIBUNWOW.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah siang ini.

Dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Selasa (25/9/2018), nilai tukar rupiah di pasar spot mencapai Rp 14.915 per dolar AS pada pukul 10.29 WIB.

Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim menjelaskan penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

Menurut Ibrahim, nilai tukar rupiah melemah karena lusa, pada Rabu (26/9/2018) malam bank sentral AS, The Federal Reserve akan mengumumkan putusan bunga acuan dan menyampaikan testimoni ekonomi.

Selain itu, isu perang dagang antara AS dengan China yang belum menemui titik terang turut menjadi pemicu rupiah melemah.

Seorang Wanita Nekat Terobos dan Acungkan Jari ke Rombongan Jokowi, Begini Kronologinya

AS dan China masing-masing telah menerapkan tarif terbaru produk impor mereka.

China masih terus melawan AS dengan mengundang duta besar AS guna memberikan nota keberatan terkait tarif impor tambahan yang diberlakukan sebesar 267 miliar dolar AS.

“Karena tarif impor ini jika dilihat dari neraca perdagangan ekspor impor Amerika dan China seperti antara langit dan bumi, sehingga Amerika merasa dirugikan,” jelas Ibrahim.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar global juga menunggu sikap dari Bank Indonesia (BI) dalam penentuan suku bunga acuan, Kamis (27/9/2018) mendatang.

Setelah pengumuman suku bunga dari The Fed, pasar berekspektasi BI akan menaikkan bunga sebesar 25 basis poin sebagai upaya mencegah nilai rupiah melemah.

Mengantuk di Perjalanan, Mahasiswi Universitas Udayana Terjatuh dari Motor saat Dibonceng Sang Pacar

Ibrahim juga memproyeksikan akan ada perdangan besar dolar AS dan rupiah pada Kamis dan Jumat besok menjelang kampanye Pilpres 2019.

"Namun apakah rupiah akan menguat atau melemah, kita belum tahu, dilihat dari hari Rabu setelah The Fed menaikkan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan, hingga akhir September rupiah terlemah akan mencapai Rp 14.920 per dolar AS.

Sedangkan rupiah terkuat di level Rp 14.830 per dolar AS.

Sementara dikutip dari situs resmi BI, Selasa (25/9/2018), berdasarkan kurs reverensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah mencapai Rp 14.893 per dolar AS.

Tanggapi Sindiran soal Dana Awal Kampanye, Dahnil Anzar: Ada yang Gagal Paham

Angka tersebut menunjukan rupiah melemah dibanding Jisdor di hari sebelumnya yang berada di level Rp 14.865 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs transaksi BI, rupiah mencapai Rp 14.967 per dolar AS pada kurs jual dan Rp 14.819 pada kurs beli. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved