Kabar Tokoh
Bagikan 7.000 Serifikat Tanah, Jokowi: Saya Pernah jadi Rakyat
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) membagikan 7.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Bogor, Jawa Barat.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) membagikan 7.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Bogor, Jawa Barat.
Pembagian sertifikat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mencetak 7 juta sertifikat tanah pada tahun 2018, dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Selasa (25/9/2018).
Jokowi memerintahkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk segera mencapai target tersebut.
Hal ini lantaran rakyat menunggu pelayanan sertifikat yang murah dan tidak berbelit-belit.
• Permintaan Maaf Suporter Persib Bandung: Keluarga Besar Viking dan Bobotoh Sangat Berduka
"Pungut sana, sini. Ya betul saya tahu. Saya pernah jadi rakyat, pernah ngurus sertifikat, saya perintahkan oleh karena itu kepada menteri saya titip, tahun 2017 harus keluar sertifikat lima juta," jelas Jokowi.
Jokowi menceritakan, setiap datang ke provinsi dirinya selalu mendapat keluhan tentang sengketa tanah.
Hal ini disebabkan dari 126 juta tanah yang harusnya bersertifikat, baru ada 46 juta sertifikat.
"Dari 126 juta baru 46 juta berarti masih kurang 80 juta sertifikat tanah yang belum. Setiap tahun saya cek. Kita ini hanya keluar itu 500.000-800.000, saya hitung berarti masih kurang 80 juta berarti masih nunggu bapak ibu 160 tahun. Mau enggak?," ujar Jokowi.
Jokowi bahkan menaikkan target penerbitan sertifikat tanah menjadi 9 juta pada tahun depan.
Alasannya, sertifikat tanah adalah bukti perkara dalam sengketa tanah.
• Imbau Masyarakat agar Tak Termakan Kabar Bohong di Medsos, Jokowi: Apalagi di Tahun Politik
Selain itu, sertifikat tanah juga bisa digunakan masyarakat sebagai agunan bank.
"Bisa mencicil tidak ke bank? Kalau tidak bisa, jangan. Dihitung betul. Misalnya ini, tanahnya besar, pinjam ke bank, dapat Rp 300 juta. Hati-hati Rp 300 juta itu uang pinjaman. Jangan sampai Rp 150 juta beli mobil. Gagah pulang ke kampung. Hati-hati itu duit pinjaman," ujar Jokowi.
Pada kesempatan ini, Jokowi juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang bereder di sosial media.
Jokowi meminta masyarakat untuk mengonfirmasi informasi yang beredar dari sosial media, dikutip dari setkab.go.id, Selasa (25/9/2018),
Menurut Jokowi, banyak yang menebarkan fitnah dan kabar bohong melalui sosial media, terutama di tahun politik seperti saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jokowi_20180917_080539.jpg)