Agenda Presiden
Wamenlu Sebut Ceko Tawarkan Mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk Belajar di Sana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan delegasi Senat Ceko yang dipimpin ketuanya, Milan Stech.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan delegasi Senat Ceko yang dipimpin ketuanya, Milan Stech.
Dilansir TribunWow.com dari website resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, dalam pertemuan yang bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9/2018) ini, Jokowi tampak didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM. Fachir, Milan Stech menyebutkan Ceko memberikan penawaran dalam sektor pendidikan.
Milan menuturkan, Ceko memberikan peluang bagi mahasiswa Indonesia terutama di bidang kedokteran untuk bisa belajar di Ceko.
Selain itu, Ceko juga menawarkan beberapa hal lain, yaitu yang menyangkut kerja sama energi, dimana Ceko yang surplus dalam hal energi menawarkan energi untuk tenaga air.
• Nasib 4 Anggota Polantas Solo yang Pilih Dahulukan Ambulans daripada Rombongan Jokowi
Untuk bidang otomotif, Ceko menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dalam pengembangan otomotif, bahkan mengarah kepada industri 4.0.
Lebih lanjut, Wamenlu juga menyampaikan bahwa tadi disampaikan mengenai kesehatan, dimana jaminan kesehatan Ceko, menurut Milan, sangat baik, yaitu 7 persen dari GDP.
“Presiden tadi mengatakan bahwa kita tertarik karena kita selama ini sudah memberikan 186 juta jaminan kesehatan dan sistem jaminan kesehatan Ceko mungkin bisa juga memperkuat cara-cara kita untuk memberikan jaminan kesehatan,” ungkap Wamenlu.
Menurut Fachir, pada kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan beberapa penghargaan untuk Ceko.
Hal ini terutama karena Ceko merupakan salah satu negara Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia yang pertama.
“Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Ceko dalam pencalonan Indonesia untuk anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” kata Fachir.
Fachir menjelaskan kalau pihak Ceko mengatakan, dukungan itu diberikan karena keyakinan bahwa Indonesia bisa memperjuangkan perdamaian dan bagaimana mengatasi terorisme.
Tak hanya itu, Fachir juga menyebutkan, Jokowi mendukung kerja sama antara Parlemen Ceko dengan DPR/MPR RI, terutama untuk memajukan pluralisme dan toleransi sekaligus juga kerja sama ekonomi.
Jokowi, tambah Fachir, juga meminta dukungan terhadap produk kelapa sawit Indonesia.
• Kritikan Rizal Ramli soal Impor Tuai Polemik, Fadli Zon dan Dipo Alam Beri Pembelaan
Hal ini, jelasnya, karena menyangkut 17 juta petani Indonesia yang terkait di dalam produk kelapa sawit ini.