Pilpres 2019
Ferdinand Sebut Tuduhan Asian Sentinel kepada SBY Bertujuan untuk Kalahkan Prabowo di Pilpres 2019
Ferdinand menyebut tuduhan Asian Sentinel kepada SBY merupakan upaya untuk mengalahkan Calon Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberikan komentar terkait pemberitaan media asing Asian Sentinel yang menyudutkan Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal ini tampak dari laman Twitter Ferdinand, @LawanPoLitikJW, pada Sabtu (15/9/2018).
Ferdinand menyebut, tuduhan Asian Sentinel kepada SBY merupakan upaya untuk mengalahkan Calon Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Tuduhan Asian Sentinel diduga Ferdinand merupakan bagian dari operasi yang melibatkan pihak asing dengan menghancurkan nama SBY sebagai pendukung Prabowo.
• Berita SBY di Asia Sentinel Dihapus, Sejumlah Tokoh Beri Tanggapan
"Tuduhan Asian Sentinel kepada @SBYudhoyono dan @PDemokrat patut diduga adalah bagian dari sebuah operasi yang MELIBATKAN PIHAK ASING untuk mengalahkan @prabowo pada pilpres 2019 dengan merusak menghancurkan nama SBY yang mendukung Prabowo.
Ini sinyal kuat tergadainya kedaulatan bangsa," tulis Ferdinand dalam akun Twitternya.

Ferdinand juga menyebut Partai Demokrat membantah keras tuduhan Asian Sentinel kepada SBY.
"Antara Isu dan Fakta
Demokrat membantah keras tuduhan Asian Sentinel yang secara serampangan, brutal dan barbar dalam membentuk isu untuk menyerang SBY dan Demokrat.
Benang merahnya sdh mulai terhubung dgn siapa2 mrk ini komunikasi di dalam negeri," tulis akun @LawanPoLitikJW.
• Demokrat Minta Jurnalis Asia Sentinel Tayangkan Hak Jawab soal Isu SBY Terlibat Skandal Bank Century

Diberitakan sebelumnya, Media Asing Asia Sentinel, Rabu (12/9/2018), menyebut pemerintahan SBY adalah pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.
Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.
Dalam artikel yang diterbitkan Asia Sentinel disebutkan bahwa Pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap sebagai pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.
Sebanyak 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) uang dari pembayar pajak dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.
• Pemberitaan Menyudutkan dan Dianggap Fitnah, Demokrat Tuntut Asia Sentinel dan John Berthelsen
Sementara 30 pejabat pemerintahan disebut terlibat dalam skema konspirasi tersebut.
Tulisannya didasarkan dari laporan hasil investigasi setebal 488 halaman dalam gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu.