Kabar Tokoh

Tak Hiraukan Aksen Jokowi saat Pidato di WEF, Konsultan Keuangan: Pidato Presiden Keren Banget!

Konsultan Keuangan Ligwina Hananto memberikan tanggapannya soal bahasa Inggris Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di World Economic Forum.

Instagram/@sekretariat.kabinet
Presiden RI Joko Widodo saat sampaikan pidato di acara World Economic Forum on ASEAN, Rabu (12/9/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Konsultan Keuangan QM Financial, Ligwina Hananto, memberikan tanggapannya soal bahasa Inggris, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF).

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Ligwina Hananto melalui laman Twitternya, @mrshananto, yang diunggah, pada Jumat (14/9/2018) pagi.

Ligwina mengaku jengkel melihat banyaknya hinaan yang ditujukan ke Jokowi atas Bahasa Inggris yang digunakan sang presiden dalam pidatonya itu.

Padahal menurutnya, pidato Jokowi sangatlah bagus.

Fedinand Hutahaean: Pemerintah Berprestasi Tak Perlu Iklan di Mana-mana

"'Apaan ngomongin Thanos!'
'Bahasa Inggris belepotan!'
'Si planga plongo!'

Gw tuh gak mau juga jadi die hard Jokowi. Tapi lihat Pakde dihina-hina terus lama-lama gw jengkel lho. Lalu nonton videonya pidato di World Economic Forum dan kesimpulan gw, PIDATO PRESIDEN KEREN BGT!" tulis Ligwina.

Dalam unggahannya selanjutnya, ia menyebutkan, kakeknya dulu juga memiliki aksen yang sama dengan Jokowi.

Bahkan, Ligwina mengaku bangga dengan aksen Jawa yang kuat yang dimiliki Jokowi dan kakeknya dalam melafalkan kalimat Berbahasa Inggris.

"'Ngomong kok Inggrisnya kayak gitu!' SHUT UP! My late grand dad was a STANFORD GRADUATE and his English was exactly like Pak Jokowi. With strong Javanese accents. I am proud," kicaunya.

(Ngomong kok Inggrisnya kayak gitu!' DIAM! Kakek saya seorang LULUSAN STANFORD dan bahasa Inggrisnya sama persis dengan Pak Jokowi. Dengan aksen Jawa yang kuat. Saya bangga.)

Soal Iklan Capaian Pemerintah di Bioskop, Jokowi: Itu Amanat Undang-Undang, Memang Tugas Kominfo

Atas unggahan Ligwina, banyak warganet yang turut memberikan komentarnya.

"Setuju Teh Wina. Isi pidatonya keren banget. Saya lihat dan dengarkan penuh pidatonya.
Rangorang lihatnya isi/substansi kan.

Mereka yg menghina bahkan ga mau tahu isinya apaan. Kesel emang lama-lama. Itu Indonesia dipuji loh padahal," tulis @fxmario.

"aksen mah nomor sekian ya. Isi pidatonya menurutku bagus bgt: kalo berniaga jgn serakah, jgn pesimis SDA abis karena ada renewable energy, sumber daya yg terpenting itu manusianya. Keren lho," kicau @nianugroho.

"aku prihatin sama mereka. jelas mereka gak paham zero sum game itu apa, dan bagaimana menggugahnya cuplikan pidato barusan dengan metafor yang relevan, yang orang gampang paham. cuma bisa bilang prihatin dan kasihan," tulis @kemiri.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak juga turut berkomentar terkait bahasa Inggris Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di World Economic Forum.

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @dahnilanzar, Jumat (14/9/2019).

"Berbagai pihak membully bahasa Inggris Pak Jokowi.

Justru saya melihat dengan bahasa Inggris gaya dan pronounciation ala Pak Jokowi, bila diambil hikmahnya dan kita tdk repot membully.

Maka akan lahir dan populer Solo English, atau Jokowi English. Patenkan?," tulis Dahnil.

Sementara itu, diberitakan Kompas.com, koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris.

Tengok Atlet Balap Sepeda Asian Para Games, Imam Nahrawi Tandem hingga Pimpin Doa

"Boleh juga kali ya. Ya, makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Kamis (13/9/2018).

Yandri menuturkan, pemimpin Indonesia bakal bergaul dan banyak berbicara di forum internasional yang memerlukan penggunaan bahasa Inggris.

Untuk itu, kata dia, bahasa Inggris di debat capres-cawapres menjadi tak masalah meski di UU tentang Kebahasaan pidato resmi wajib disampaikan dalam Bahasa Indonesia.

"Namun karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada kesalahan komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar dari bahasa Indonesia itu," ujarnya lagi.

Usulan ini, kata Yandri, mesti dibahas bersama KPU, termasuk soal aturan teknisnya.

Imam Nahrawi Apresiasi Atlet Balap Sepeda Paralimpik Indonesia: Banyak Inspirator-inspirator Kita

Yang pasti, Yandri menuturkan, tim Prabowo-Sandiaga sedang merumuskan usulan model debat yang ditargetkan rampung pekan depan.

Selain bahasa Inggris, tim Prabowo-Sandiaga juga menggagas agar pemaparan kandidat tak dibatasi waktu.
(TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved