Kabar Tokoh
Fedinand Hutahaean: Pemerintah Berprestasi Tak Perlu Iklan di Mana-mana
Ferdinand menyebut pemerintah yang berprestasi tidak perlu iklan di mana-mana karena rakyat langsung bisa merasakan kinerjanya.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, memberikan sindiran kepada pemerintah terkait iklan capaian kinerja.
Hal ini disampaikan Ferdinand melalui laman Twitternya, @LawanPoLitikJW, pada Jumat (14/9/2018).
Ferdinand menyebut, pemerintah yang berprestasi tidak perlu iklan di mana-mana karena rakyat langsung bisa merasakan kinerjanya.
Ia berpendapat, hanya pemerintahan gagal yang membutuhkan banyak iklan.
"Pemerintah berprestasi itu tak perlu iklan dimana2, karena otomatis rakyat merasakan kinerjanya.
Dengan demikian, hanya pemerintahan yang gagallah yang butuh iklan banyak2. Kinerjanya hanya dilihat di layar monitor tapi tidak terlihat di alam nyata.
Animasi semata..!!," tulis Ferdinand dalam akun Twitternya.
• Presiden Jokowi Angkat Bicara Perihal Iklan di Bioskop yang Tayangkan Keberhasilan Pemerintah

Sebelumnya, Ferdinand juga memberikan sindiran kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait viralnya video berisi iklan pembangunan dan Asian Games yang terdapat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan layar Bioskop sebagai medianya.
"Steve Jobs tdk pernah mengiklankan dirinya, Jack Ma juga tidak. Itulah orang orang yang berhasil..!!
Ngiklanin diri koq berlebihan ampe masuk ranah private bioskop.
Sadar ya kalau sudah tidak diinginkan rakyat lagi?" tulis @LawanPoLitikJW, Rabu (12/9/2018).

Diberitakan dari Kompas.com, video iklan yang menampilkan keberhasilan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun 65 bendungan dalam waktu dua musim, menuai polemik.
Iklan yang tayang di layar bioskop sebelum dimulainya film itu dianggap sebagian kalangan sebagai kampanye.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menilai iklan semacam itu layak untuk dihentikan penayangannya.
"Saya setuju kalau iklan semacam itu dicopot saja," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (13/9/2018).