Soal Iklan Kinerja Pemerintah yang Tayang di Bioskop, Jokowi: Masak Suruh Diam
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara perihal polemik iklan capaian pemerintah yang tayang di bioskop.
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara perihal polemik iklan capaian pemerintah yang tayang di bioskop.
Hal tersebut viral karena sebuah akun di Twitter mengunggah cuplikan iklan capaian pemerintah sebelum film dimulai sehingga menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan.
Dikutip TribunWow dari Kompas.com, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mensosialisasi program pemerintah yang sudah, sedang, maupun belum selesai.
Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia mengikuti informasi terkait program yang tengah dikerjakan pemerintah.
• Tanggapan Sandiaga Uno soal Iklan Kinerja Pemerintahan Jokowi di Bioskop
"Itu memang tugasnya Kemenkominfo. Itu amanat undang-undang bahwa baik pembangunan yang sudah selesai, masih dalam proses atau belum selesai, harus terus diinfokan ke masyarakat agar masyarakat mengikuti (informasi)," tutur Jokowi, Jumat (14/9/2018).
Jokowi menambahkan bahwa hal yang dilakukan Kemenkominfo ini sama seperti hal yang dikerjakan Departemen Penerangan pada era Orde Baru yang memiliki fungsi sama.
"Kalau dulu, misalnya, Menteri Penerangan yang menerangkan. Lalu masak suruh diem gini, gimana sih?" ujar Jokowi sambil memperagakan menutup mulut.
Diberitakan sebelumnya, Kemenkominfo memberi klarifikasi terkait pemberitaan iklan pemerintah yang memuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bioskop.
Dirilis dari halaman Facebook Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, melalui video klarifikasi yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (12/9/2018) malam.
Dalam videonya Ferdinandus mengungkapkan hal tersebut bukan bagian dari kampanye.
“Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang,” ujar Ferdinandus.
Dalam keterangan videonya, Ferdinandus menulis poin-poin klarifikasi Kemenkominfo.
• Polemik Video Iklan Bendungan Jokowi di Bioskop, Tanggapan Parpol, Istana dan Kominfo
1. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menjalankan tugas sebagai Humas Pemerintah (Government Public Relation) sebagaimana amanat UU No 39 Tahuh 2008 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No 54 Tahun 2015 dan Inpres No 9 Tahun 2015.
2. Sebagai Humas Pemerintah, Kementerian Kominfo RI selalu berupaya menyampaikan program, kebijakan, kegiatan dan capaian, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah kepada publik melalui berbagai saluran yg tersedia, termasuk melalui iklan layanan masyarakat.
3. Penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih sebagai salah satu kanal karena dinilai tepat sasaran mengingat jumlah penontonnya terukur. Untuk diketahui, pengelola bioskop menyediakan space utk iklan sebelum penayangan sebuah film.
4. Anggaran yg digunakan utk iklan layanan masyarakat tersebut dibebankan pada DIPA Kementerian Kominfo Tahun 2018, yg mana proses perencaannya telah disiapkan sejak pertengahan 2017. (*)