Breaking News:

Sekjen PAN: Jokowi Telah Berlari Kencang Bangun Infrastruktur Nasional

Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno memberikan tanggapan terkait kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Eddy Soeparno 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno memberikan tanggapan terkait kinerja Presiden  RI Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini diungkapkan Eddy melalui Twitter miliknya, @eddy_soeparno, Kamis (6/9/2018).

Eddy memberikan pujian atas kinerja Jokowi dalam bidang pembangunan infrastruktur.

Ia juga menyebut bahwa para menteri juga harus bekerja keras agar ekspor semakin meningkat dan sektor industri manufaktur tumbuh dengan pesat.

Dahnil Anzar: Melarang Rakyat Komentari tentang Kondisi Ekonomi Itu Keterlaluan

"Presiden @jokowi telah berlari kencang membangun infrastruktur nasional.

Para menterinya harus lari lebih kencang lagi agar ekspor kita naik dan berkualitas, serta sektor industri dan manufaktur juga tumbuh pesat #exportnotimport #cegahdeindustrialisasi #rupiahkuat," tulis Eddy.

Kicauan Eddy Soeparno
Kicauan Eddy Soeparno (Capture Twitter)

Menanggapi hal tersebut, penggiat media sosial, Chico Raoul Hakim pun memberikan komentar.

"Adem sekaligus jadi penebar optimisme bahwa Indonesia selalu kuat dalam persatuan kalau oposisi twitnya kritis namun seimbang kayak gini," tulis Chico melalui Twitter @chicohakim.

 

 

Soal Kondisi Ekonomi Indonesia, Teddy Gusnaidi: Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik

Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, nilai tukar rupiah sejak setahun belakangan mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Secara tahunan, depresiasi rupiah sampai saat ini sebesar 10,2 persen berdasarkan data pasar spot Bloomberg.

Per Rabu, (5/9/2019) nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.938 per dolar AS.

Sementara di awal tahun, rupiah bertengger pada posisi Rp 13.126 per dolar AS.

Pemerintah bersama dengan berbagai otoritas terkait, terutama Bank Indonesia (BI) terus memutar otak dan mengeluarkan berbagai jurus untuk menjaga stabilitas fundamental ekonomi dan juga rupiah.

Menjadi penting bagi pemerintah untuk menekan transaksi berjalan dengan rupiah yang mulai menjauh dari fundamentalnya.

Pasalnya, neraca berjalan (current account) yang terdiri atas transaksi barang dan jasa dinsinyalir merupakan faktor utama yang menekan mata uang rupiah.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
Partai Amanat Nasional (PAN)Eddy SoeparnoPresiden Joko Widodo (Jokowi)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved