Kasus Suap di Malang

Mantan Hakim Asep Iwan Iriawan Sebut Kader Parpol adalah Pencari Kerja yang Tak Diterima Jadi PNS

Mantan Hakim, Asep Iwan Iriawan, memberikan komentar terkait korupsi massal yang dilakukan oleh para anggota DPRD Malang.

Mantan Hakim Asep Iwan Iriawan Sebut Kader Parpol adalah Pencari Kerja yang Tak Diterima Jadi PNS
Capture Youtube Kompas TV
Asep Iwan Iriawan 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Hakim, Asep Iwan Iriawan, memberikan komentar terkait korupsi massal yang dilakukan oleh para anggota DPRD Malang.

Hal ini diungkapkan Asep Iwan saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (5/9/2018).

Mulanya, pembawa acara Bayu Sutiyono menanyakan pada Asep perihal sistem yang digunakan untuk menjerat kader yang berpotensi untuk melakukan korupsi masuk dalam lingkaran partai politik (parpol).

Asep pun menjawab jika kekuasaan saat ini diisi oleh parol melalui jalur pemilu, namun pengkaderannya gagal.

"Kekuasaan itu salah satunya diisi oleh partai politik melalui pemilu. Pemilu konstitusinya dikatakan jujur dan adil, tujuan pemilu itu kan berintegritas, jadi bahasa sederhananya, orang-orang jujur dan pintar.

Nah sekarang bagaimana dengan pengkaderan parpol, maaf dengan segala hormat, orang di luar itu, masuk partai itu sudah selesai dengan hidupnya karena ini untuk mengabdi pada negara, itu idealnya.

Di kita, job seeker (pencari kerja) kan, karena gak ketrima pegawai negeri, gak keterima kerja di lain-lain, masuk partai politik," ujar mantan hakim ini.

Analis Politik LIPI Sebut 6 Faktor DPRD Korupsi Massal, Gaji Kecil hingga Keterbukaan Masyarakat

Selain alternatif para pencari kerja, menjadi parpol dan masuk jadi pejabat juga karena diiming-imingi gaji dan anggaran yang besar.

"Misalkan dulu statusnya pengamat, statusnya dosen, gajinya lima juta, begitu liat (pejabat) wih anggaran gedhe, terpukau lah, terbukti kan di DPR badan anggaran," tambahnya.

Kejadian korupsi massal ini bukan pertama kali terjadi di DPRD Malang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved