Pilpres 2019
Mochtar Pabottingi Sebut Deklarasi '2019 Ganti Presiden' Dusta, Ferdinand Hutahaean Angkat Bicara
Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menanggapi tudingan yang dilontarkan mantan peneliti politik LIPI, Mochtar Pabottinggi.
Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
Menuding Makar
Sebelumnya, Mochtar Pabottinggi juga menuding jika gerakan #2019GantiPresiden makar.
Hal tersebut ia sampaikan melalui laman Twitternya, pada 26 Agustus 2018 lalu.
Penyebutan makar itu dikarenakan gerakan tersebut dianggapnya ingin memaksakan ganti presiden di luar proses demokrasi.
Mochtar juga menganggap jika gerakan ini merupakan wacana politik yang terburuk setelah kemerdekaan.
"NIAT MAKAR, bagi saya, memang terbersit dalam #2019GantiPresiden!
Itu ingin memaksakan digantikannya seorang presiden di luar proses demokrasi sebagaimana mestinya.
Konyol dan pandir sekaligus, itulah wacana politik terburuk di sepanjang kemerdekaan!," tulis Mochtar.
• Klasemen Asian Games 2018: Indonesia Makin Mantap di Posisi ke-4 Satu Hari Jelang Penutupan
Tweet dari Mochtar ini mendapatkan tanggapan dari netizen yang juga dibalas olehnya.
@NediSetiadi: Ga gampang bikin Makar Prof.. Kalau cuma diliat dari niat, cuma Tuhan dan manusia tsb yg tahu, anda terlalu phobia dengan #2019GantiPresiden. Jangan terlalu sensitve prof kecuali anda lagi sedang bermasalah.
@MPabotinggi: Memang saya tak bermasalah, Bung Nedi. Hahaha!.
@NediSetiadi: Iya pikiran anda bermasalah kayaknya.
@MPabotinggi: Hanya orang yang hasratnya sudah mati dan pikirannya sudah tak jalan yang tak bermasalah. Hehehe!
• Tanggapi Postingan Fahri Hamzah, Fadli Zon: Hati-hati Meroket ke Jurang
@prasetyapanjhe: Bukankah menyatakan pendapat di muka umum adalah bagian dari demokrasi prof?, Maaf bagian yang "konyol dan Pandir" itu menurut saya malah melarang kegiatan tersebut.
@MPabottingi: Di negara demokrasi mana pun, hanya orang tak terdidik yang menyatakan bahwa semua pendapat bisa dinyatakan di muka umum. Syaratnya adalah kewarasan atau rasionalitas publik.