Rizal Ramli: Kalau Masih Nyalahin Pemerintah Sebelumnya Artinya Tidak Mampu Selesaikan Masalah
Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menanggapi utang negara yang kini menumpuk.
Penulis: Laila N
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli turut menanggapi utang negara yang saat ini menumpuk.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitternya pada Kamis (23/8/2018).
Awalnya, Rizal Ramli menanggapi postingan netter bernama @AnthonyBudiawan pada Selasa (21/8/2018) lalu.
Anthony mengatakan apabila tidak ada satupun pemerintah di dunia yang mengeluh mengenai utang negara oleh pemerintah sebelumnya.
• Sujidwo Tedjo: Pemain Badminton Cedera Tetap Berjuang Semampunya Itu Konsekuensi, Hebatnya di Mana?
@AnthonyBudiawan: Tidak ada satupun pemerintah di dunia mengeluh mengenai utang negara oleh pemerintahan sebelumnya.
Seharusnya, pemerintah baru fokus mencari solusi utk mengatasinya.
Kalau tdk sanggup, sebaiknya mundur: jangan memecah belah bangsa mengatakan utang warisan.
Menanggapi hal tersebut Rizal Ramli menyebut jika tradisi negara demokratis boleh menyalahkan pemerintah sebelumnya.
Akan tetapi hanya selama 6 bulan pemerintah baru tersebut berkuasa.
Apabila masih terus menyalahkan pemerintahan sebelumnya, itu berarti pemerintah tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada.
@RamliRizal: Tradisi negara demokratis, boleh nyalahin pemerintah sebelumnya sampai 6 bulan berkuasa.
Setelah itu kalo masih juga nyalahin,, artinya ndak mampu selesaikan masalah, bahkan mungkin jadi bagian dari masalah.
Postingan Rizal Ramli itu kemudian mendapat komentar dari warganet yang mengungkit-ungkit kinerja Rizal Ramli saat menjabat sebagai menteri.
Berikut komentar sejumlah warganet tersebut.