PBB Desak Peru dan Ekuador untuk Memudahkan Migrasi Rakyat Venezuela

PBB menyuarakan rasa keprihatinan pada persyaratan paspor sebagai kebijakan baru untuk memasuki Ekuador dan Peru.

Daily Mail
Massa oposisi turun ke jalan menentang pemerintahan Persiden Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Badan Pengungsi dan Migrasi PBB menyerukan kepada negara-negara yang ada di Amerika Latin untuk memudahkan migrasi warga negara Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan politik yang melanda Venezuela.

Dilansir TribunWow.com dari Reuters.com pada kamis (23/8/2018) PBB menyuarakan rasa keprihatinan pada persyaratan paspor sebagai kebijakan baru untuk memasuki Ekuador dan Peru.

Sedangkan PBB memberikan pujian kepada negara-negara yang bersedia menampung lebih dari 1,6 juta warga negara Venezuela yang mengungsi sejak tahun 2015.

Jurgen Klopp Ungkap Alasan Dirinya Tak Bicara dengan Loris Karius usai Kekalahan di Liga Champions

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi menjelaskan jika kebijakan baru diperlukan untuk membantu warga negara yang membutuhkan perlindungan internasional untuk mendapatkan keselamatan dan tempat tinggal.

Krisis yang terjadi di Venezuela mengakibatkan warga negara Venezuela eksodus ke beberapa negara tetangga termasuk Ekuador dan Peru.

Diberitakan dari Reuters.com pada Jumat (17/8/2018), warga negara Venezuela yang akan memasuki negara Ekuador dan Peru harus menunjukkan paspor mereka.

Padahal sebelumnya, untuk masuk ke Ekuador warga negara Venezuela hanya perlu menunjukkan kartu identitas yang mereka miliki.

Kebijakan yang diterapkan dimaksudkan untuk mengatasi gelombang imigrasi dari Venezuela yang meningkat sebagai akibat dari krisis yang melanda negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Ekuador, Mauro Toscanini menjelaskan, mulai Sabtu (18/8/2018) pemerintah akan mewajibkan siapapun yang memasuki Ekuador untuk menunjukkan paspornya.

"Mulai Sabtu ini pemerintah akan meminta siapapun yang memasuki Ekuador untuk menunjukkan paspornya," ujar Mauro.

Andi Arief akan Penuhi Panggilan Bawaslu, Kesaksiannya Jadi Penentu Nasib Sandiaga Uno

Sebelumnya pada Rabu (9/8/2018), Pemerintah Ekuador mengumumkan keadaan darurat di tiga provinsi karena volume imigran dari Venezuela sangat tinggi.

Kementerian Ekuador mengungkapkan, pada pekan lalu pihaknya menerima 4.200 imigran dari Venezuela yang datang setiap hari.

Venezuela, negara yang sempat kaya karena produksi minyak yang berlimpah kini tengah bergelut dengan krisis pada 5 tahun terakhir.

Hiperinflasi yang terjadi di Venezuela telah memicu eksodus warga yang biasa bepergian lewat jalur darat melalui Kolumbia.

Para imigran melintasi Kolumbia dan menuju negara-negara selatan seperti Ekuador, Peru dan Cile.  (TribunWow.com/Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved