Breaking News:

Pilpres 2019

Fadel Muhammad Sebut Golkar Terpecah karena Jokowi Pilih Ma'ruf, Begini Tanggapan Yorrys Raweyai

Yorrys mengatakan jika Partai Golkar merupakan partai politik pertama yang sejak awal mendukung Jokowi.

Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/Kompas TV
Politisi Partai Golkar, Yorrys Raweyai 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Senior Partai Golkar Yorrys Raweyai menanggapi pernyataan Fadel Muhammad soal pecahnya internal Golkar lantaran Joko Widodo (Jokowi) memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui tayangan di program 'Sapa Indonesia Pagi' Kompas TV, Kamis (23/8/2018).

Yorrys menegaskan jika Golkar tetap solid untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Cak Imin Desak Menteri Ketenagakerjaan soal PHK Freeport, Hanif Dhakiri Beri Tanggapan

"Kalau terbelah saya pikir tidak, karena dukungan terhadap Jokowi ini bukan baru. Artinya, kita sejak Munas (Musyawarah Nasional) di Bali sudah mencanangkan bahwa akan dukung Jokowi," kata Yorrys.

Yorrys mengatakan jika Partai Golkar merupakan partai politik pertama yang sejak awal mendukung Jokowi.

Golkar, sambung dia, telah menegaskan akan mendukung Jokowi tanpa syarat.

"Kemarin diulangi lagi dengan tanpa syarat. Jadi kalau memang, argumentasi atau alasan yang disampaikan oleh Fadel bahwa karena calon harus dari Golkar, saya pikir tidak benar ya," ungkap Yorrys.

"Tetapi saya pikir Golkar sampai hari ini masih tetap solid, dengan semua kekuatannya untuk mendukung Jokowi. Golkar sampai sekarang tetap solid secara kelembagaan," imbuh dia.

Kritik Pernyataan Arief Yahya, Alvin Lie: Semoga Menteri Pariwisata Lebih Peka

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, politisi Golkar Fadel Muhammad menyayangkan munculnya nama Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Menurut Fadel, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi memicu perpecahan di internal Golkar.

Sebab, Golkar selaku partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi sejak awal berharap bisa mendapatkan posisi cawapres.

"Golkar telah menentukan memilih Jokowi. Dan kita sebenarnya mengharapkan dan berusaha agar Golkar yang diambil jadi wapres," katanya di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Selasa (21/8/2018).

"Kita bikin gerakan besar ke seluruh Indonesia, ongkosnya mahal supaya ketua umum Golkar yang diambil. Tapi tidak ternyata. Kita kecewa," jelasnya.

Yenny Wahid Angkat Bicara soal Sikap Politik Ahok dalam Pilpres 2019, usai Berkunjung di Mako Brimob

Fadel mengatakan, kekecewaan itu memuncak karena Golkar tidak hanya mendukung Jokowi untuk maju kembali di 2019.

Melainkan juga mendukung lancarnya roda pemerintahan Jokowi di parlemen.

"Saya sebagai dewan pembina kecewa. Kok bukan Golkar yang diambil. Selama ini kita di DPR di parlemen itu mati-matian bela Jokowi. Kita lebih bela dari pada PDI-P. Saya bisa berani bantah-bantahan. Tapi kita kecewa," terangnya.

Akibat Jokowi memilih Ma'ruf Amin, sambung Fadel, internal Golkar saat ini pecah.

Sebagian ada yang fokus pada Pilpres untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai salah satu partai pengusung.

"Ya sudahlah kalau dia ambil Ma'ruf silakan. Tapi Golkar sekarang jadi pecah. Pecah setengahnya itu, sudahlah kita urus legislatif sendiri dan kita tidak dapat keuntungan dari Jokowi," tuturnya.

"Yang lain sebagian urus Presiden deh. Dapat berapa kursi kita tidak tahu," pungkasnya.

(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Tags:
Partai GolkarYorrys RaweyaiAirlangga Hartarto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved