Hari Tasyrik: Keutamaaan, Larangan, dan Amalan Sunah
Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau pada Rabu hingga Jumat (22-24/8/2018).
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Astini Mega Sari
Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik.
Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.
• Soal Bencana di NTB, Ratna Sarumpaet: Tidak Benci Jokowi, Aku Marah Beliau Tidak Mau Mendengarkan
Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya.
Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna.
Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.
Amalan di Hari Tasyrik
Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu.
Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah.
Berikut beberapa amalan yang disyariatkan untuk dilakukan di hari tasyrik:
- Anjuran memperbanyak berdzikir.
- Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib.
- Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.
- Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan.
- Mengingat Allah dengan memperbanyak bertakbir secara mutlak, di manapun dan kapanpun.
- Memperbanyak berdoa kepada Allah.
- Doa Sapu Jagad dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah, wa qinaa adzaaban-naar. (TribunWow.com/Woro Seto)
• Fadli Zon Minta ke Jokowi untuk Nyatakan Gempa di NTB sebagai Bencana Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/haji_20170830_214314.jpg)