27 Rumah Adat di NTT Alami Kebakaran

27 dari 33 rumah adat di di Kampung adat Megalitikum Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur

27 Rumah Adat di NTT Alami Kebakaran
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Warga kampung Gurusina saat memyiram api dengan air di dalam kawasan yang terbakar, Selasa (14/8/2018) 

Diberitakani Pos-Kupang.com, Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi, S.IK, mengatakan menurutnya, dugaan sumber api berawal dari rumahnya Gode Fridus Neno dan nama rumah adat Sao Tiwu Pau, Selasa.

Kebakaran tersebut di duga karena arus pendek (Konslet) yang bersumber dari rumah milik Gode Fridus Neno.

"Bahan keterangan di dapat dari bapak Pius Daku (65) seorang Pensiunan Guru, Alamat Kampung Suza, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada.” jelas AKBP Firman.

Gurusina adalah salah satu kampung adat di Kabupaten Ngada.

Kabupaten yang sama dengan Kampung Adat Bena, yang lebih dulu tersohor di mata wisatawan.

Meski kalah tenar, bukan berarti Gurusina tak punya daya tarik, Gurusina disinyalir sebagai kampung adat tertua di Flores.

Sindir Menteri di Luar Koalisi Jokowi, Sekjen PDIP: Seharusnya Itu Senapas dengan Parpol Pengusung

Ada total 33 buah rumah yang semuanya terbuat dari bambu dengan atap alang-alang.

"Gurusina adalah kampung adat kedua yang paling ramai dikunjungi setelah Bena. Sering sekali dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara."

"Keunikan Gurusina terletak pada sisi tradisionalnya, dan sejarah megalitikumnya yang kuat," tutur Ketua Dinas Pariwisata (Kadispar) NTT Marius Ardu Jelamu.

Marius mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk menelaah laporan-laporan secara terperinci.

"Setiap rumah punya benda pusaka, dan semuanya terbakar habis. Kami mendorong Pemkab Ngada untuk nantinya bisa membangun kembali bersama masyarakat, dengan bahan-bahan lokal, menjadi Gurusina seperti semula."

"Selanjutnya nanti juga akan kami buat laporan untuk Menteri Pariwisata di Jakarta," tutupnya. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved