Pemilu 2019

Soal Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Minta Maaf dan Berterimakasih kepada Masyarakat

Mahfud MD menuliskan ucapan maaf dan terimakasihnya kepada masyarakat yang memberikan pertanyaan dan simpatinya soal tak terpilihnya sebagai cawapres.

Soal Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Minta Maaf dan Berterimakasih kepada Masyarakat
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Mahfud MD 

Keputusan Pak Jokowi itu adalah realitas politik yang tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Saya sudah bertemu berdua dengan Pak Jokowi. Saya memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan. Saya bilang, Pak Jokowi tak perlu merasa bersalah. Itu hak beliau utk memutuskan yg terbaik.

Bagi kita yang terpenting NKRI ini terawat dgn baik. Keberlangsungan NKRI jauh lbh penting daripada sekedar nama Mahfud MD dan Makroef Amin. Secara agama, saya dkk sdh berusaha tapi Tuhan jua yg menentukan. Tidak ada daya atau hal yg bs diberdayakan tanpa izin Allah.

Yang sudah diputuskan oleh Pak Jokowi sdh sesuai dgn hak dan mekanisme konstitusional. Kita hrs terima itu sbg kesadaran konstitusional kita. Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum! Itu yg hrs ditekankan utk merawat NKRI.

Mari kita terus dgn rumah NKRI. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita bangsa Indonesia. Ikuti trs pros2 konstitusional yg berlaku," tulis @mohmahfudmd pada keterangan gambar di unggahannya, Jumat (10/8/2018).

Amien Rais Pimpin Doa untuk Prabowo-Sandi bersama Sejumlah Elit Politik, Hanum Rais: Terharu

Melansir Kompas.com, sebelum penetapan nama Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, Mahfud MD mengaku sudah diminta untuk bersiap.

"Saya tidak kecewa, kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan sudah agak detail," kata Mahfud, Kamis (9/8/2018) sore.

Setelah diminta mempersiapkan diri, Mahfud MD bahkan sempat menunggu di restoran yang tidak jauh dari tempat pertemuan.

Namun, setelah menunggu cukup lama, Mahfud memutuskan untuk pulang.

Meski begitu, Mahfud menilai bahwa hal yang dialaminya sebagai peristiwa politik biasa.

"Biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa," ujarnya.

"Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud, nama Ma'ruf Amin," ucap Mahfud.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved