Sindir PKB, Alissa Wahid: Sedih, Dulu Jualan Nama Gusdur, Sekarang Jualan NU
Anak mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid memberikan sindiran kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Anak mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid memberikan sindiran kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sindiran ini diberikan Alissa melalui Twitter miliknya, @AlissaWahid, Rabu (8/8/2018).
Alissa mempertanyakan sikap PKB yang dulu sempat berjualan nama Gus Dur.
Namun, sekarang Alissa menilai, PKB telah berjualan dengan menggunakan nama Nahdatul Ulama (NU).
Selain itu Alissa pun juga memberikan petikan ayat Alquran yang diartikan jika 'Keabsahan seorang pemimpin itu diukur dari kemampuan dia mensejahterakan rakyatnya, bukan dilihat dari agama, suku atau etnisnya'.
"PKB 2018 ini gimana tho ya. Dulu enteng saja jualan nama GusDur, sekarang jualan NU. Sedih.
GusDur dulu bikin partai ini untuk umat, bukan utk rebutan kekuasaan. Mbok ingat: tasharaful imam ala raiyyah manuthun bil maslahah," tulis Alissa Wahid.
• Terkait Poros Ketiga, Suryo Prabowo Pertanyakan Tujuan Partai untuk Bangsa Indonesia

Kicauan Alissa Wahid (Capture Twitter)
Diberitakan sebelumnya, Alissa Wahid juga pernah berseteru dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari akun Twitter @AlissaWahid yang diunggah pada Jumat (13/4/2018).
Awalnya, kader Gus Dur, Priyo Sambadha mengatakan jika dirinya sebagai saksi hidup konflik antara Cak Imin dengan Gus Dur.
Menurutnya, Gus Dur dipecat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB oleh Ketua Umum PKB saat ini, Cak Imin.
Ia juga mengungkapkan jika Gus Dur terus bersedih hingga akhir hayatnya atas kejadian itu.
@PSambadha: Bukan Fiksi: Ada konflik PKB antara Gus Dur dan Muhaimin.
Gus Dur dipecat sbg Ketua Dewan Syuro PKB oleh Muhaimin dkk.
• Mahfud MD Beri Tanggapan soal Dirinya yang Dikabarkan Menjadi Cawapres Jokowi
Setelah itu Gus Dur bersedih hingga akhir hayat beliau. Ini fakta dan saya saksi hidup. Ttk