Pilpres 2019
Fadli Zon: Istana Ini Bekerja untuk Rakyat atau Calon Presiden 2019?
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon memberikan tanggapan soal kemungkinan satu diantara partai politik oposisi akan bergabung ke koalisi Jokowi.
Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, memberikan tanggapan soal kemungkinan satu di antara partai politik oposisi yang akan bergabung ke koalisi Jokowi.
Dilansir TribunWow, hal itu disampaikan Fadli Zon dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema "Capres dan Cawapres Menghitung Hari: Upaya Mendaulat UAS" yang tayang di tvOne, Selasa (7/8/2018).
Mulanya, pembawa acara Karni Ilyas menanyakan kepada Fadli Zon terkait tanda-tanda satu partai oposisi yang hendak merapat ke koalisi Jokowi.
• Merasa Beruntung Memiliki Nana Mirdad, Andrew White Tulis Ucapan Romantis untuk sang Istri
"Tapi dari Sekretaris Kabinet hari ini sudah ada tanda-tanda bahwa salah satu partai oposisi akan merapat ke Presiden Jokowi," tanya Karni Ilyas.
Fadli Zon mengatakan jika selama ini dirinya bingung dengan peran pemerintah.
"Itu kan dari dulu selalu dikatakan begitu, saya tidak tahu. Kadang-kadang pemerintah ini saya bingung, mereka berlaku sebagai pemerintah atau berlaku sedang sebagai tim dari sebuah calon presiden," kata Fadli Zon.
"Sudah tidak jelas lagi, Istana ini bekerja untuk rakyat atau istana ini bekerja untuk calon presiden 2019 yang akan datang?" ujar Fadli Zon.
• Begini Cara Sarwendah Bangun Kedekatan dengan Putrinya
Menurut Politisi Partai Gerindra itu, Istana Negara harus memisahkan urusan negara dengan Presiden.
"Mereka harus memisahkan dong, urusan negara urusan negara, presiden sebagai presiden," ucap Fadli.
"Jangan presiden kemudian menjadi calon presiden. Ini ada conflict of interest. Jadi menteri-menteri juga harusnya tidak berbicara begitu."
Lebih lanjut, Fadli menilai jika hal itu berpotensi abuse of power.
"Presiden mengundang ketum-ketum parpol, untuk apa, itu urusan koalisi mereka, itu bukan tugas presiden, dia sebagai calon presiden. Tidak boleh melakukan itu itu abuse of power menurut saya," tandas Fadli Zon.
Simak video selengkapnya di bawah ini:
Seperti diberitakan Kompas.com, jumlah partai politik di koalisi pendukung Joko Widodo pada Pemilu 2019 rupanya belum tetap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/fadli-zon_20180720_133819.jpg)