Breaking News:

Pilpres 2018

Sudjiwo Tedjo Bela Jokowi, Wasekjen Demokrat: Rakyat Sendiri kok Diperangi

Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik memberikan komentar atas cuitan budayawan Sudjiwo Tedjo.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Tribunnews Kolase
Rachland Nashidik dan Sudjiwo Tedjo 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik memberikan komentar atas cuitan budayawan Sudjiwo Tedjo.

Dilansir TribunWow.com melalui Twitter milik Sudjiwo Tedjo, mulanya ia menuliskan sikap pembelaan terhadap Jokowi yang menganjurkan pendukungnya agar tak cari musuh namun siap berkelahi.

Menurut Sudjiwo, hal ini berkaitan dengan mata kuliah Kewiraan.

Dikutip dari epi.edu, Kewiraan merupakan nama lain dari mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.

Kewiraan berasal dari kata Vir atau Wira yang artinya pahlawan, pastriot, satria, berani, champian, perkasa.

Sedangkan Kewiraan merupakan kata sifat dari wira.

Din Syamsudin Nyatakan Umat Muslim Tidak Boleh Terpecah Karena Perbedaan Politik

Sudjiwo pun menambahkan jika pembelaannya ini bukan karena sikap politiknya.

Ia juga membandingkan jika Prabowo benar, maka ia akan siap membela.

"Kali ini aku bela Pak Jokowi soal anjurannya ke pendukungnya agar tak cari musuh tapi siap berkelahi. Ingat matkul Kewiraan bahwa “kalau ingin damai, selalu bersiaplah untuk berperang.” Kali lain, kalau Prabowo benar, aku akan belain. Karena aku bebas, job-jobku dari Tuhan. Tak dari mereka," tulis Sudjiwo.

Menanggapi hal itu, Wasekjen Partai Demokrat pun memberikan tanggapan dengan membalas pada Twitter Sudjiwo.

Rachland mengatakan jika perang yang merupakan arahan dari Jokowi itu seharusnya ditujukan untuk melawan tentara negara orang.

"Perang itu melawan tentara negara orang. Rakyat sendiri kok diperangi," jawab Rachland.

Sindir Sekjen PDIP, Ratna Sarumpaet: Dia Paham Nawa Cita saja Enggak

Kicauan Sudjiwo Tedjo dibalas Rachland Nashidik
Kicauan Sudjiwo Tedjo dibalas Rachland Nashidik (Capture Twitter)

Selain itu, Sudjiwo juga memberikan kicauan lain yang juga mengarah pada pembelaannya pada sikap Jokowi.

"Aku bukan pendukung Pak Jokowi atau siapa pun.

Tapi janganlah kebencianmu pada Pak Jokowi sampai menghapus kutipan depan beliau “jangan mencari musuh” dan hanya kutip belakangnya (tapi) “kita harus siap berkelahi”. Menurutku ini gak fair.," tulis Sudjiwo.

Postingan Sudjiwo Tedjo
Postingan Sudjiwo Tedjo (Capture/Twitter)

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada relawan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (4/8/2018).

Dalam arahannya, Jokowi meminta para relawan untuk melakukan kampanye dengan cara yang baik pada Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi juga meminta relawan untuk tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik.

Beri Pengertian soal Arahan Jokowi, Mardani Ali Sera Jelaskan Maksud dari Perang Politik

"Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu langsung membuat para relawan yang memadati ruangan acara bersorak dan berteriak heboh.

Jokowi membiarkan kehebohan berlangsung sekitar 15 detik sebelum ia kembali melanjutkan arahannya.

"Tapi jangan ngajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," kata Jokowi lagi-lagi disambut antusias oleh para relawan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi memastikan jajarannya siap untuk menjalankan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Sesuai pesan Jokowi, menurut dia para relawan akan berkampanye dengan santun.

Zulkifli Hasan Tegaskan Penentuan Sikap Resmi PAN Tunggu Hasil Rakernas

Namun, sesuai arahan Jokowi juga, para relawan akan melawan apabila diganggu oleh lawan politik.

"Tentu saja jika kita diajak berkelahi kita tidak akan menghindari. Kita adalah petarung-petarung," kata Budi.

Pidato Jokowi tersebut menjadi viral dan menuai kritik dari sejumlah tokoh di Indonesia lantaran dianggap tidak etis hingga membahayakan. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Sudjiwo TedjoRachland NashidikTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved