Inflasi Venezuela Diprediksi Tembus 1.000.000 Persen pada Tahun 2018

Hiperinflasi membuat hidup rakyat Venezuela menjadi tidak nyaman dan sulit menjalankan bisnis.

Inflasi Venezuela Diprediksi Tembus 1.000.000 Persen pada Tahun 2018
Tribunnews.com
Ilustrasi inflasi di Venezuela 

TRIBUNWOW.COM -  Beberapa waktu terakhir Venezuela menjadi sorotan dunia, padahal tahun 2015 Venezuela dikenal sebagai negara yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia.

Cadangan minyak Venezuela mencapai 300 miliar barrel yang melampaui besarnya cadangan minyak yang dimiliki oleh Arab Saudi (266 miliar barrel), Iran (158 miliar barrel), dan Irak (142 miliar barrel).

Dilansir TribunWow.com dari Forbes.com, Alejandro Werner, Kepala Departemen Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi Venezuela mencapai 1.000.000 persen pada tahun 2018.

Proyeksi inflasi ini akan mengakibatkan nilai tukar mata uang mencapai 923 juta VEF per US Dolar pada Desember 2018.

Beri Pengertian soal Arahan Jokowi, Mardani Ali Sera Jelaskan Maksud dari Perang Politik

Rendahnya harga minyak, penurunan produksi minyak dan kesalahan ekonomi yang terjadi di Venezuela menyebabkan defisit anggaran sebesar 20 persen dari produk domestik bruto (PDB), dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.

Nilai tukar mata uang bolivar juga mengalami penurunan yang sangat tajam.

Tahun 2017, uang kertas dengan pecahan tertinggi akhirnya dinaikkan menjadi 100.000 bolivar, yang mengakibatkan masyarakat venezuela berbelanja menggunakan kartu kredit dan debit dengan angka yang sangat besar.

Sepasang sepatu dengan merek Adidas bisa mencapai harga 10.500.000 bolivar, sedangkan satu set selimut harganya bisa mencapai 33.541.936 bolivar.

87 Narapidana Ikut Ramaikan Pemecahan Rekor Dunia Tari Poco-poco

Jumlah angka yang sangat besar tidak bisa lagi terbaca oleh mesin penghitunga lama.

Hiperinflasi membuat hidup rakyat Venezuela menjadi tidak nyaman dan sulit menjalankan bisnis.

Kondisi seperti ini biasanya tidak dapat ditoleransi dalam jangka waktu yang lama, seringnya berujung pada penerbitan kebijakan ekonomi baru atau perubahan dalam pemerintahan. (TribunWow.com/Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved