Waketum Hanura: Ribut soal Kali Item Tambah Seru karena Upaya Cari Kambing Hitam
Wakil Ketua Umum Partai Hanura yang kini menjabat anggota DPD, Gede Pasek Suardika memberikan komentar terkait Kali Item di Jakarta.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Partai Hanura yang kini menjabat anggota DPD, Gede Pasek Suardika memberikan komentar terkait Kali Item atau Kali Sentiong yang ada di Jakarta.
Komentar itu diberikan Pasek melalui Twitter miliknya, @G_Paseksuardika, Minggu (29/7/2018).
Menurutnya, ribut terkait Kali Item menjadi semakin seru setelah adanya upaya saling mencari 'kambing hitam' atas permasalahan tersebut.
Pasek pun menganggap jika saling bahu-membahu untuk mencari solusi yang terbaik, Kali Item bisa menjadi sungai kebanggaan.
"Ribut-ribut soal Kali Item tambah seru karena adanya upaya saling cari kambing hitam.
Padahal kalau bahu membahu, ini jadi momentum bersihkan sungai untuk disulap jadi sungai kebanggaan.
Setelah bersih, lalu gelar lomba mancing dan lainnya," tulis Pasek.
• Rustam Ibrahim: Saya Tak Melihat Megawati Promosikan Puan Seperti SBY kepada AHY
Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Pemprov DKI Jakarta dibantu pemerintah pusat dalam menangani bau dan pemandangan tidak sedap di Kali Item yang melintasi Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat.
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Air dan Sumber Daya Air Firdaus Ali mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya antara lain "mengganti" air di Kali Item dari aliran lain.
"Yang penting itu penggelontoran, flushing dengan dredging. Kedua, mengendalikan pencemaran ke dalamnya," ujar Firdaus, Jumat (27/7/2018).
Sejak Selasa lalu, sekitar 27 pompa mobile milik pemerintah pusat dan Pemprov DKI sudah bekerja memompa air dari hulu Kali Sentiong, lewat Kali Item, ke hilir di Kali Sunter.
Pompa milik PUPR dibutuhkan karena kapasitanya lebih besar dari milik DKI.
• Komentari Prabowo, Sekjen PSI: Kebohongan Tidak Boleh Diteruskan Calon Presiden di Republik Ini
Selain itu, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta bidang pengeloaan pesisir Muslim Muin yang menangani Kali Item mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya adalah rekayasa pola hidrolika.
Ia menjelaskan penggantian air dilakukan dengan memanfaat aliran saat musim kemarau.
Di musim kemarau, air Kali Item akan mengalir ke Kali Sunter.
"Itu kan ada pasang surut, pasang surut itu akan mendorong polutan ke utara. Kami buka pintu ke arah Kali Item. Jadi polutan itu pindah ke Kali Item, dibuang ke Kali Sunter. Jadi pompanya alami," kata Muslim.
Ia mengatakan, aliran Kali Item yang bau karena polutan itu akan terganti dengan aliran dari Kali Ancol.
"Jadi suatu saat harapan kami, air di Sentiong tergantikan oleh air yang ada di Ancol. Di Utara itu emang enggak bersih-bersih amat juga kalinya, nggak hebatlah. Tapi itu lebih bagus daripada yang di Sentiong, apakah itu pengaruh sedikit kadar garam, pokoknya kami ganti. Air yang di utara itu tidak bau," kata dia.
• Hasto Sebut PDIP Cari Pemimpin Bukan dari Nama Besar Orangtua, Rachland: Megawati Anak Siapa?
Hal lain pun juga dilakukan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (kagama) DKI Jakarta Peduli Sampah turut menyemprotkan 2.500 liter cairan mikroba ke Kali Item.
Penyemprotan dilakukan pada Minggu (29/7/2018) pukul 08.30 WIB.
Ketua Kagama DKI Jakarta Peduli Sampah, Shodiq Sihardianto mengatakan, penyemprotan dilakukan di 5 titik sepanjang aliran Kali Sentiong.
"Penyemprotan cairan mikroba ini kita kenal dengan istilah injeksi. Kita semprot di 5 titik sepanjang Kali Sentiong dari ujung sampai titik terakhir di Danau Sunter. Pokoknya yang ada kaitannya dengan bau yang menyebar hingga Wisma Atlet," kata Shodiq.
Shodiq mengatakan bahwa sebelumnya Kagama DKI Jakarta telah melakukan uji laboraturium pada Sabtu (28/7/2018) untuk mengetahui penyebab bau menyengat dan warna air yang hitam di Kali Sentiong.
• Pengamat Penerbangan Berikan Pasal yang Mengatur soal Unjuk Rasa di Bandara
"Sebelum kita injeksi, kita sudah mengadakan tes laboraturium untuk tahu kandungan yang menyebabkan bau. Ternyata pencemaran sudah terjadi bertahun-tahun. Kita berpikir satu-satunya solusi hanya bisa melalui injeksi dengan mikroba," jelas Shodiq.
Ia mengatakan, hasil kerja mikroba bisa diketahui dari uji tes laboratorium yang akan dilakukan pada Jumat (3/8//2018).
"Nanti kita tes laboraturium lagi untuk tau hasilnya, efektif atau tidak. Kan mikroba bekerja mengurai zat organik di Kali Sentiong dulu," kata Shodiq. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)