Gerindra Ajak Jubir PSI untuk 'Move On' terkait Kasus Korupsi Sanusi
Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan sindiran kepada partai Gerindra.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan sindiran kepada partai Gerindra melalui Twitter miliknya @Uki23.
Mulanya ia menautkan berita tahun 2017 yang mengatakan jika Sanusi yang kala itu menjadi kader Gerindra telah ditangkap pada kasus reklamasi.
Dedek pun juga memberikan bantahan yang ditujukan pada Ahok terkait kasus yang sama.
"Satu hal yang saya tidak paham dari pikiran mereka yang menuduh Ahok korupsi reklamasi ketika hukum sudah menetapkan Sanusi dari Partai @Gerindra sebagai koruptor dalam kasus reklamasi," tulis Dedek, Kamis (26/7/2018).

Kicauan Dedek Prayudi (Capture Twitter@Uki23)
Akun Twitter Partai Gerindra pun membalas dengan mengatakan 'move on' dari kasus tersebut.
Karena dirasa kasus itu telah mendapatkan keputusan hukum.
Sehingga yang perlu dilanjutkan adalah kasus penyelidikan yang berdasarkan laporan dari masyarakat.
• Sekjen PSI Raja Juli Antoni: Rasanya Pak SBY Lebih Pas Mendukung Jokowi
"Jika mau berantas korupsi jangan selalu yang dibahas yang sudah ada keputusan hukum. Lanjutkan penyelidikan atas laporan-laporan masyarakat. Move On!" jawab @Gerindra, Senin (30/7/2018).
Jubir dari PSI ini pun kembali menjawab dengan mengatakan jika partai Gerindra adalah partai yang paling banyak mengusung bakal calon legislatif (bacaleg) mantan koruptor.
"Tanggapan akun official @Gerindra atas twit ku ini membuatku paham kenapa partai ini mengusung paling banyak eks napi korupsi. Penyelidikan lanjut terus, fakta hukum yang memenjarakan kader anda, mau dilupakan?" balas Dedek.

Kicauan Dedek Prayudi (Capture Twitter@Uki23)
Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan, pihaknya tidak bisa mendeteksi semua bacaleg yang berlatar belakang mantan narapidana kasus korupsi.
Hal tersebut Andre ungkapkan menanggapi rilis yang dikeluarkan Bawaslu bahwa bacaleg dari Partai Gerinda tertinggi menyumbang mantan napi korupsi dengan 27 caleg.
"Nah kalau ternyata di daftar Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) banyak, terus terang ini kan ada puluhan ribu (caleg yang diusung Partai Gerindra) ya. Daftar caleg mungkin memang tidak terdeteksi dengan kita. Ternyata ada beberapa orang yang eks napi (korupsi)," ujar Andre saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/7/2018).
• Presidential Threshold 20 Persen Disebut Warisan SBY, Rizal Ramli Beri Penjelasan yang Berbeda
Andre menuturkan, salah satu bacaleg yang diusung Partai Gerindra yang merupakan mantan napi korupsi adalah Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.
Sedangkan bacaleg DPRD kota/kabupaten lain, Andre mengatakan, tak bisa memantau secara rinci.