Pilpres 2019
Teddy Gusnaidi Sebut Partai Demokrat Akan Jadi Kerikil jika Ada di Barisan Jokowi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi tampak menyoroti manuver politik Partai Demokrat dalam Pilpres 2019.
Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
Hal itu tampak dari jumpa pers SBY yang disiarkan KompasTV pada Rabu (25/7/2018) malam.
Menurutnya, Jokowi sungguh-sungguh mengajaknya untuk bergabung.
Setiap bertemu dengan Jokowi, SBY menanyakan apakah partai koalisi Jokowi lainnya bisa menerima Demokrat jika bergabung.
Jokowi mengatakan bisa, namun, SBY kemudian melihat realitas hubungannya dengan Megawati, yang menurutnya belum pulih.
"Masih ada jarak, masih ada hambatan di situ," terang SBY.
Ia pun masih berfikir positif karena yang mengajak Jokowi, jadi kenapa tidak?
Kemudian, SBY memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mengatakan jika dirinya mengajukan cawapres kepada Jokowi.
SBY menegaskan jika hal tersebut sama sekali tidak benar.
• Gerindra Angkat Bicara usai Dikritik karena Usung 27 Bakal Calon Legislatif Mantan Napi Koruptor
"Tidak pernah, termasuk yang disebut-sebut AHY, silahkan ditanyakan kepada Pak Jokowi. Pak Jokowi juga tidak pernah menawarkan posisi cawapres kepada Demokrat," ungkapnya.
"Jadi kami selama melakukan 5 kali pertemuan secara intensif tidak pernah membahas cawapres, kami tidak pernah meminta, dan beliau juga tidak pernah menawari posisi itu."
SBY lantas menjelaskan perubahan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Saya harus mengatakan nampaknya ada hambatan bagi Demokrat untuk berada dalam koalisi. Sungguh pun saya benar-benar merasakan kesungguhan Pak Jokowi untuk mengajak kami, tetapi saya mengetahui tanpa harus saya sampaikan dari mana sumbernya, memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat untuk berkoalisi dengan beliau," ujar SBY.
Sementara itu, Demokrat sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Gerindra pada Selasa (24/7/2018).
Diberitakan Tribunnews, satu di antara kesepakatan yang dicapai adalah kesamaan visi dan misi sebagai dasar untuk membangun koalisi dalam pilpres 2019.