Pilpres 2019
Nadirsyah Hosen: Pemimpin Sibuk Lobi Sana-sini tapi Alpa Mendengar Suara Rakyat
Tokoh NU sekaligus staf akademik di Monash Law School, Australia Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) turut menuliskan catatan mengenai Pilpres 2019.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Tokoh NU sekaligus staf akademik di Monash Law School, Australia Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) turut menuliskan catatan mengenai manuver partai politik jelang Pemilu dan Pilpres 2019.
Catatan tersebut ia tuliskan melalui akun Twitter @na_dirs yang diunggah pada Sabtu (28/7/2018).
Nadirsyah Hosen mengatakan apabila rakyat berhak memberikan pilihan calon yang berkualitas dalam Pilpres.
Menurutnya, demokrasi dalam 5 tahun ke depan kurang lebih akan ditentukan dalam minggu-minggu ini.
Ia pun mengajak semua pihak untuk mengawal, mengkritisi dan memproses semua itu.
Nadirsyah Hosen mengungkapkan jangan sampai semuanya hanya fokus pada tokoh, koalisi, dan parpol, sehingga menjadi lupa dengan tantangan bangsa ke depannya.
• Teddy Gusnaidi Pertanyakan Langkah KPK yang Siapkan Sepeda untuk Pengungkap Kasus Novel Baswedan
"Kita harus mendesak agar kualitas demokrasi terus meningkat.
Rakyat berhak memberikan pilihan calon2 yang bermartabat dan berkualitas agar bangsa ini maslahat.
Bukannya menjanjikan suara dg kalkulasi politik muslihat.
Menghasilkan apa yang ada di depan 5 tahun ke depan, dan membebaskan orang-orang yang akan membuat orang-orang ini menghadapi tantangan tsb dan melewati pertemuan yang sudah ada.
Jangan sampai kita hanya fokus pada tokoh, koalisi dan parpol, lantas lupa dg tantangan bangsa ke depan.
Ini wacana politik kita sekarang juga fokus pada kocok di sini-sekarang, atau dengan capres-cawapres.
Mbah ada masalah kita saat ini di mana suara rakyat dlm perkaturan politik ini?
• Zulkifli Hasan Buka Suara soal OTT KPK yang Menjerat Adiknya, Ruhut Sitompul Beri Tanggapan
Pemimpin sibuk lobi sana-sini tp alpa mendengar suara rakyat.
Ini karena para tokoh kami ditempa dan di dalam Latihan Kader atau Latihan Kepemimpinan.
Tapi gak ada yang namanya Latihan Jadi Rakyat.
Terakhir jadi semua rebutan jadi pemimpin dan rakyat melongo aja ngelihatin hehhehe Siap jadi pemimpin, tp gak siap jadi rakyat.
Pilpres & Pileg yang berkualitas akan menghasilkan uang yang kuat dan bermartabat, ditambah dg “prospek” yang cerdas.
Kualitas demokrasi dlm 5 th ke depan sedikit banyak akan ditentukan dalam minggu2 ini. Kawal, kritisi dan proses.
doakan Met wiken semuanya," tulis Nadirsyah Hosen.
• Gerindra Angkat Bicara usai Dikritik karena Usung 27 Bakal Calon Legislatif Mantan Napi Koruptor
Diketahui pendaftaran calon legislatif telah ditutup pada 17 Juli lalu.
Sedangkan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden akan dibuka pada 4 Agustus hingga 10 Agustus 2018 mendatang.
Meski demikian, baik kubu petahana, Joko Widodo (Jokowi) maupun kubu Prabowo Subianto belum mengumumkan siapa cawapres yang akan mendampingi mereka.
Sejumlah partai politik juga masih melakukan pertemuan guna mematangkan koalisi mereka.
Seperti Demokrat dan PAN yang belum mendeklarasikan arah politik mereka. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Jokowi Jamu Makan Siang Ketua Umum PSI, Perindo dan PKPI di Istana Bogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/nadirsyah-hosen_20180430_183651.jpg)