Alvin Lie Sindir Sri Mulyani, Putri Amien Rais Beri Tanggapan
Ombudsman RI Alvin Lie membahas pernyataan Menkeu Sri Mulyani yang menyebut setiap pelemahan rupiah Rp 100, negara dapat tambahan Rp 1,7 triliun.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Ombudsman RI Alvin Lie membahas pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut setiap pelemahan rupiah Rp 100, negara dapat tambahan Rp 1,7 triliun.
Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @alvinlie21, Kamis (26/7/2018), Alvien Lie menanyakan jika hitung-hitungan tersebut benar, mengapa pemerintah justru repot menjaga nilai rupiah yang terus anjlok.
Ia pun menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menunda proyek infrastruktur demi rupiah.
• Bantah SBY Baper, Ferdinand Hutahaean Sebut Megawati yang Menutup Pintu
@alvinlie21: "Kalau benar setiap melemah Rp.100, NKRI dapat tambahan Rp.1,7 Triliun, mengapa harus repot jagain nilai tukar Rupiah yg terus merosot?
Jokowi Bakal Tunda Proyek Infrastruktur Demi Jaga Rupiah."
Ia juga menuliskan apabila hal tersebut benar, sebaiknya nilai tukar rupiah segera merosot menjadi Rp 20.000 per dolar AS, supaya negara menjadi kaya.
@alvinlie21: "Kalau benar setiap melemah Rp.100, NKRI dapat tambahan Rp.1,7 Triliun,
Sebaiknya nilai tukar Rp segera merosot jadi US$1 = Rp.20ribu.
Negara kita langsung kaya raya."
Putri Amien Rais, Hanum Rais pun memberikan tanggapan.
Ia mengatakan Sri Mulyani top, karena menyatakan rupiah melemah justru menaikkan asumsi pendapatan minyak.
@hanumrais: "Beliau juga mengatakan melemahnya Rup justru menaikkan asumsi pendapatn minyak sebesar 600M. Top."
• Bahas Bencana Kelaparan di Maluku, Fadli Zon: Pemerintah Malah Sibuk Menjamu Rekan Koalisi di Istana

Diberitakan Tribunnews, Sri Mulyani mengungkapkan apabila setiap depresiasi nilai tukar rupiah sebesar Rp 100 dari asumsi kurs dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mendapat tambahan penerimaan sebesar Rp 1,7 triliun.
“Setiap dolar mengalami kenaikan, kita masih surplus. Pos pendapatan lebih besar dari belanjanya. Untuk Rp 100 depresiasi, kita mendapatkan Rp 1,7 triliun net," ujar Sri Mulyani saat Rapat Kerja di Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, rata-rata pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada akhir semester pertama tahun ini melemah di level Rp 13.746 per dolar AS dari asumsi APBN 2018 di level Rp 13.400 per dolar AS.
Menurutnya, pergerakan rupiah tak hanya memberikan dampak yang positif ke penerimaan negara.
Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan dari asumsi harga ICP minyak juga turut mengerek tambahan pendapatan sebesar Rp 660 miliar.
• Ruhut Sitompul: Kok Tega Melempar Isu Negatif Masa Lalu 08
hingga akhir Juni, harga ICP minyak rata-rata mencapai 67 dolar AS per barrel dari asumsi APBN 2018 di posisi 48 dolar AS per barrel.
“Kita mendapatkan sisi positif sebesar Rp 2,5 triliun,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan jika penerimaan pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang terdampak pelemahan kurs Rrupiah maupun naiknya harga minyak pada enam bulan pertama tahun ini, bisa memberikan kompensasi dari membengkaknya belanja subsidi, bunga utang maupun dana bagi hasil.
Sri Mulyani memastikan, realisasi APBN hingga akhir 2018 akan tetap terjaga dan tidak perlu pengajuan pembahasan RAPN-Perubahan 2018 sebab, postur fiskal masih terkelola baik.
"Kita akan tetap menjaga dari sisi kinerja ekonomi dan faktor-faktor yang menopangnya sehingga Indonesia, dibandingkan negara-negara emerging yang lain, kita memiliki positif yang sentimen tetap bisa terjaga," ungkap Sri Mulyani. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)