Mendagri Promosikan Jokowi di Depan Kades, Hidayat Nur Wahid Buka Suara
Hidayat Nur Wahid menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyebut akan tetap memilih Joko Widodo (Jokowi) dua periode.
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang menyebut akan tetap memilih Joko Widodo (Jokowi) di depan 2200 kepala desa.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @hnurwahid yang ia tulis pada Rabu (25/7/2018).
Dalam cuitan tersebut, Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Mendagri Tjahjo Kumolo.
Ia menyebut seharusnya Tjahjo Kumolo meminta izin kepada presiden agar mencabut larangan dirinya untuk maju sebagai caleg.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu kecewa dengan sikap Tjahjo Kumolo yang seharusnya menjadi teladan tentang netralitas dalam menghadapi pemilu.
• Keluarga Anang-Ashanty Tunjukkan Vila Mereka di Bali yang Telah Dibangun selama 7 Bulan
"Kalau maunya kampanye di depan para Kades spt dikategorikan olh Bawaslu itu, mestinya sekalian saja pak Mendagri minta izin Presiden unt mencabut larangan dirinya maju sbg caleg. Harusnya Mendagri jadi teladan, ttg netralitas ASN, agar Pemilu&hasilnya lebih berkualitas," tulisnya.
Diketahui, Tjahjo Kumolo menyatakan akan memilih Jokowi du periode dalam acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018, di Yogyakarta, Rabu (25/7/2018).
Setelah itu, dalam sambutannya, Tjahjo mengatakan tentang STMJ yang menjadi singkatan dari 'Saya Tetap Milih Jokowi'.
Dilansir dari Kompas.com, "Kalau saya, Pak Presiden, dua kali STMJ-nya. Selain minum susu telur madu jahe, karena saya adalah anak buah Bapak Presiden, (STMJ) Saya Tetap Milih Jokowi," ujar Tjahjo di depan Presiden Jokowi yang juga hadir dalam acara tersebut.
Tjahjo sempat mengingatkan para kepala desa bahwa bantuan dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat merupakan bantuan inisiatif dari Presiden Jokowi.
"Ini penting Bapak Presiden, karena banyak orang mengaku-ngaku. Dari saya, dari si A, dari si B. Ini bantuan inisiatif dari Bapak Presiden Joko Widodo," kata politisi PDI-P ini.
Pemerintah mulai menggelontorkan dana desa sejak tahun 2015 sebesar Rp 20 Triliun. Jumlah itu meningkat menjadi Rp 47 Triliun pada 2016, dan RP 60 di tahun 2017 dan 2018. Total, pemerintah sudah menggelontorkan dana desa sebesar 187 Triliun.
• Sedang Tren, Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar Turut Lakukan In My Feelings Challenge
Tjahjo putuskan tak maju sebagai caleg
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Tjahjo Kumolo telah memutuskan tidak maju sebagai calon anggota legislatif pada pemilihan legislatif 2019.
Alasannya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menugaskannya untuk tetap menjabat Mendagri. Demikian pula Presiden Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/hidayat-nur-wahid-dan-tjahjo-kumolo_20180726_170604.jpg)