Breaking News:

Pilpres 2019

Soal Pertemuan Jokowi dengan 6 Ketum Parpol, Politikus Golkar: Siapa Mendapat Apa jika Menang?

Partai Golkar melalui Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto pun turut hadir dalam pertemuan yang diadakan di Istana Bogor itu.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
Tribunnews.com/Fx Ismanto
Indra J Piliang. 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Indra Jaya Piliang menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan enam elit partai politik.

Komentar itu disampaikan Indra melalui Twitter-nya, @IndraJPiliang, Selasa (24/7/2018).

Partai Golkar melalui Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto pun turut hadir dalam pertemuan yang diadakan di Istana Bogor itu.

Namun, Indra mempertanyakan tujuan dari enam partai yang duduk bersama dengan Jokowi.

Menurutnya, hal itu akan membuat partai dalam koalisi tersebut mempertanyakan apa yang mereka dapatkan jika Jokowi menang nanti.

TGB Mundur dari Partai, Wasekjen Demokrat: Beliau Pantas Berkarir di Tingkat Nasional

Berikut ini kicauan Indra J Piliang yang dikutip TribunWow.com.

"Semalam ada fragmen 7 pemimpin bertemu jelang peringatan proklamasi ke-73 pd 17 Agustus 2018 nanti. Enam pria, satu perempuan. Lahir dari rahim demokrasi moderen. Bukan, mereka tidak seperti kakak-beradik Pinang Tujuh yang lahir dari rahim ibuku: 6 laki2, 1 perempuan.

Untuk apa pula ada 6 partai bergabung? Bukankah masih ada gugatan di MK? 6 partai apa tidak terlalu banyak? Bagaimana sharing powernya nanti? Siapa mendapat apa jika menang? Kalau kalah apa jadi #PrematurgiOposisi seperti periode ini di parlemen nasional?

Prematurgi Oposisi adalah diksi saya. Lebih baik pakai diksi ini, tinimbang campur baur urusan-urusan transendental & praktek politik seperti diuar @Fahrihamzah dengan diksi #Dosa2Jokowi. Belum selesai orang mencerna, penjara Suka Miskin buka rahasia tentang #TahananKeadilan vs #TahananSejahtera.

Apa itu #PO? Yakni sisi prematur dari politik yang dimainkan legislator2 Senayan, lalu tak berhujah kepada publik -- apalagi ummat -- hanya karena memahami parlemen sebagai makna sinkronis dari kata 'parle' (bicara) dalam bahas Perancis.

Kicauan Indra J Piliang
Kicauan Indra J Piliang (Capture Twitter @IndraJPiliang)

Dikunjungi Najwa Shihab, Begini Kondisi Sel Setya Novanto hingga Nazaruddin di Lapas Sukamiskin

Padahal, fungsi konstitusional dari parlemen terkait trilogiparlemen yang ada dalam semester pertama Dasar2 Ilmu Politik yang diampu Prof Dr Miriam Budiardjo, kakak ipar dari Sutan Sjahrir sbg Perdana Menteri.

Apa fungsi, hak & tugas parlemen? 1. Legislasi. 2. Budget alias Anggaran. 3. Pengawasan atas seluruh lembaga/badan penyenggara negara dlm 3 cabang: legislatif, eksekutif & yudikatif.

Dalam legislasi, kuasa DPR bahkan hampir MUTLAK. RUU yang disahkan menjadi UU mulai banyk dari penggunaan hak inisiatif DPR. Mau presiden nolak, rakyat demo: RUU otomatis bisa jadi UU dalam jangka waktu 30 hari. Presiden WAJIB terima & Mensesneg wajib taruh dalam lembaran negara. #PO

Dalam soal budget, bahkan DPR memiliki akses & berwenang sampai tingkat Satuan Tiga dalam penetapan RAPBN menjadi APBN. Artinya, publik otomatis ikut bersuara, jika benar legislatif adalah wujud Vox Populi vox Dei. Dokumen RAPBN wajib jadi dokumen publik. #PO

Dalam soal pengawasan; DPR berwenang untuk mengawasi semua lembaga/badan penyelenggara negara yang dialiri satu gobang saja dari dana publik, dalam hal ini APBN. Apakah seluruh dana2 itu digunakan bagi seluas-luasnya kepentingan umum & keadilan sosial?

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Partai GolkarIndra Jaya PiliangTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved