Zara Zettira Sebut Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Kebal Dibully
Politisi Demokrat Zarra Zettira menyindir seorang oknum yang maju mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Politisi Demokrat Zarra Zettira menyindir seorang oknum yang maju mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @zarazettirazr yang diunggah pada Kamis (19/7/2018).
Mulanya, Zara memosting sebuah poster layanan pengaduan.
Setelah itu, ia menuliskan cuitan yang menyindir oknum yang ingin maju jadi caleg lantaran mengaku resah dengan tata kelola yang terjadi di Jakarta.
"Jika RESAH pada banjir dan segala tata kelola IBUKOTA DKI Jakarta ngga perlu susah2 jadi caleg, ini ada layanan pengaduan masyarakatnya," tulisnya
• Politisi PSI Tanggapi Pernyataan Zara Zettira tentang Motivasi Nyaleg: Anda adalah Juri Motivasi?
Setelah itu, Zara menandai akun Twitter Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Politisi Demokrat itu menyebut aga oknum tersebut langsung melontarkan kritik kepada Anies dan Sandi.
"RESAH pada gubenur DKI? Ini akun twitternya @aniesbaswedan @sandiuno. Jangan malu2 mereka sudah kebal dibully dan dimusuhin dan dinyinyirin, pejabat harus siap untuk dikritik. Ngga perlu Nyaleg juga kan kalau tau salurannya lebih simple," tulisnya.
• Disebut Masuk dalam Bursa Cawapres Jokowi, Moeldoko: Saya Orang yang Setia pada Tugas
Diketahui sebelumnya, Zara Zettira membalas cuitan Said Didu soal Tino Toon.
Said Didu mentautkan berita yang mengatakan jika Tina Toon jadi caleg karena resah DKI dipimpin oleh Anies Baswedan.
"Tina toon jadi caleg karena resah DKI dipimpin Anies. Inikah fakta bahwa politik basis “identitas” makin menonjol ?," tulis Said Didu melalui Twitter @saididu.
Tweet tersebut pun mendapatkan balasan dari Zara.
Zara menyindir dengan menanyakan alasannya jadi caleg karena resah bukan karena merasa mampu dirinya bisa membawa perubahan.
• Diminta Beri Kritik untuk Fahri Hamzah, Begini Jawaban Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep
Politikus Demokrat ini juga mengatakan jika merasa resah, sebaiknya menenangkan diri dahulu.
"Kok nyaleg karena RESAH bukan karena MERASA MAMPU bawa perubahan? Kalo resah tenangkan diri dulu baiknya sih," jawab Zara melalui akun Twitter, @Zarazettirazr, Kamis (19/7/2018).
Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Tribun Jakarta, Tina Toon memberikan alasannya untuk maju menjadi caleg dari PDIP.
Saat menghadiri acara Mata Najwa dengan tema "Mendadak Caleg" yang ditayangkan di Trans7, Rabu (18/7/2018), pelantun lagu anak Bolo-bolo itu menyampaikan lima alasan dirinya layak dipilih.
"Satu, saya anak muda, milenial, energik, mau bekerja untuk masyarakat," ucap Tina Toon.
Artis kelahiran Jakarta 20 Agustus 1993 itu akan maju di daerah pemilihan sendiri, di mana ia akan menyampaikan aspirasi warga di daerah tempat tinggalnya, DKI Jakarta.
"Dan saya realistis, saya ada di dapil daerah (Jakarta) saya tinggal sendiri, jadi banyak keresahan dan juga masalah-masalah yang ada di daerah pemilihan saya, bisa jadi saya menyampaikan aspirasi ini bagian dari tugas legislatif untuk eksekutif, jadi juga bisa menyampaikan aspirasi banyak orang," ujarnya.
Dengan tegas, pemilik nama lengkap Agustina Hermanto ini bertekad membantu masyarakat dan mewakili generasi muda.
"Dan tujuan saya untuk menjadi pembantu masyarakat, bukan pencuri. Dan yang pastinya prinsip saya, saya ingin mewakili generasi anak muda di politik," pungkasnya.
Saat ditanya Najwa Shihab terkait kemampuan apa yang harus dimiliki anggota legislatif, Tina pun menjawab bahwa latar belakang pendidikan lah yang paling penting.
• Fahri Hamzah Bahas Dilema BUMN: Dari Tugas Positif hingga Melayani Politik Penguasa
"Harus punya skill pendidikan, tapi nantinya di komisi berapa atau segala macam sebetulnya kalau menurut saya nantinya pun ada penyesuaian, tapi kalau punya basic pendidikan tuh lumayan bisa menyesuaikan," jawab Tina Toon.
Meski begitu, menurutnya yang paling penting adalah individu masing-masing serta tujuannya mencalonkan diri.
"Kalau misalnya tujuannya untuk banyak orang itu boleh, tapi kalau tujuannya untuk diri sendiri itu jangan," kata artis yang telah menyelesaikan pendidikan S2 Magister Hukum di Universitas Tarumanagara pada tahun 2017.
Menurutnya, duduk di kursi legislatif untuk mengawasi dan kritis terhadap pemerintahan.
"Siapa lagi yang bakal membela kepentingan orang banyak?," kata Tina. (TribunWow.com/Woro Seto)
• Sindir Ali Mochtar Ngabalin, Ratna Sarumpaet: Jadi Komisaris BUMN Ternyata Tak Butuh Apa-apa