Giring, Tina Toon hingga Sahrul Gunawan Daftar Caleg, Ceu Popong: Kita bukan Dewan Perwakilan Partai
Politikus Senior, Popong Otje Djundjunan atau yang biasa dipanggil Ceu Popong, memberikan catatan kepada bakal caleg muda.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Politikus Senior, Popong Otje Djundjunan atau yang biasa dipanggil Ceu Popong, memberikan catatan kepada bakal calon legislatif (caleg) muda.
Dilansir TribunWow dari acara Mata Najwa yang diunggah oleh akun Najwa Shihab di saluran YouTubenya, Ceu Popong mengungkapkan bahwa untuk menjadi politikus harus menjadi wakil rakyat bukan wakil partai.
• Banyak Artis Nyaleg, Rustam Ibrahim: Partai Politik Gagal Lahirkan Kader yang Populer di Masyarakat
"Maka, pada saat kita bekerja, tidak boleh lagi membeda-bedakan warna. Kita berbuat untuk semua warna. Dengan garis-garis yang ditentukan oleh fraksi masing-masing. Tapi kita bukan Dewan Perwakilan Partai," tutur Ceu Popong.
Yang tak kalah penting ketika duduk di DPR/DPRD menurut Ceo Popong adalah pengendalian emosi.
"Setiap anggota harus bisa mengendalikan emosi. Dalam situasi apapun, menghadapi siapapun, mengenai apapun, resepnya adalah pengendalian emosi," tambahnya.
Hal ini mendapat reaksi dari para artis bakal calon legislatif. Giring dari PSI misalnya, menurutnya partai yang ia naungi, perlu merapatkan barisan lagi.
Lalu, penyanyi jebolan Indonesia Idol, Dearly Dave Sompie mengaku merapat ke Perindo karena ia mengajukan diri untuk bergabung karena merasa memiliki visi dan misi yang sama dengannya.
• Perebutkan Kursi Parlemen, Sahrul Gunawan: Gue Harus Duduk di Situ!
Tina Toon yang merupakan bakal calog DPRD Jakarta dari PDI Perjuangan mengaku berani berseberangan pandangan politik dengan partai yang menaunginya ini.
Ia bahkan memberikan kritik bahwa PDI Perjuangan butuh lebih banyak anak muda.
“Kalau sekarang yang saya lihat, masih kurang anak mudanya sih. Jadi untuk sekarang ini mudah-mudahan kedepannya kaya dari organisasi sayapnya, Bandeng Muda Indonesia, atau Rumah Merah Putih lebih banyak merekrut anak muda supaya kerjanya lebih efisien, efektif," katanyanya.
Menurut Direktur Eksekutif Indobarometer, M Khudori, saat ini sulit anggota legislatif beda pandangan dengan parpol.
Ia juga menuturkan bahwa sudah ada beberapa parpol sudah menyodorkan kontrak anggota DPR/DPRD untuk siap mundur dari kursinya.
“Salah satu partai sekarang sudah memaksa atau mewajibkan calegnya untuk menandatangani surat pengunduran diri. Ini bukan sesuatu yang mudah dan teman-teman harus bersiap dengan kemungkinan bahwa nanti akan berbeda pendapat dengan partai politiknya,” katanya.
(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)