Breaking News:

Pilpres 2019

Fadli Zon Beberkan Catatan Tanda-tanda Pergantian Kekuasaan yang Tertulis dalam Jongko Pujangga Jawa

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon membukakan catatatannya tentang 'Tanda-tanda Pergantian Kekuasaan'.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Wulan Kurnia Putri
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Fadli Zon 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon membukakan catatatannya tentang 'Tanda-tanda Pergantian Kekuasaan'.

Catatan tersebut, sebut Fadli, tertulis di dalam Jongko Pujangga di tanah Jawa (Jayabaya abad 13 dan Ranggawarsita abad 19).

Catatan yang terbagi dalam lima bagian tersebut diunggah Fadli lewat Twitter resminya, Selasa (17/7/2018).

Berikut ini isi catatan yang diunggah Fadli Zon.

"Tanda-tanda pergantian kekuasaan (Jayabaya dan Ronggowarsito)

Fenomena aktual yang terjadi di Nusantara belakangan ini, baik yang kita saksikan maupun dengarkan, sejatinya sudah tertulis di dalam Jongko pujangga di tanah Jawa (Jayabaya abad XIII dan Ranggawarsita abad XIX).

Fenomena tersebut terdapat dalam nukilan pupuh Sinom sebagai berikut:

Bebaya ingkang tumeka
Warata sa Tanah Jawi
Ginawe kang paring gesang
Tan kengin dipun singgahi
Wit ing donya piniki
Wonten ing sakwasanipun
Sedoyo pra jawata
Kinarya amertandani
Jagad iki yekti ana kang akaryo.

Artinya:

Musibah di darat seperti gunung memuntahkan lahar (coba kita saksikan belakangan ini Gunung Agung, Gunung Merapi, Gunung Sinabung), lebih-lebih di air atau laut (Gunung Krakatau) yang beruntun di tanag Jawa atau Nusantara, adalah pertanda dari yang di atas (Tuhan) yang tidak boleh dipungkiri lagi.

Dunia ini ada dalam genggamanNya, bukan pada genggaman manusia yang merasa berkuasa penuh.

Semua itu bukti adanya _Nyokro manggilingan _(perubahan waktu), rodanya perubahan besar.

Warno-warno kang bebaya
Angrusaken tanah Jawi
Sagung tiyang nambut karya
Pamedal boten nyekapi
Priyayi keh btanti
Sudagar tuna sadarum
Wong glidhig ora mingsra
Wong tani ora nyukupi
Pametune akeh sirna aneng wana

Artinya:

Bermacam bahaya digali sendiri oleh manusia, yang merusak ibu bumi atau ibu pertiwi, ibarat air susu bukan untuk menyusui anak kandung, namun bangsa lain (asing) yang menikmati.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
SBYAdian NapitupuluCibuburFadli ZonTwitterPemilu 2019Pilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved