Penghentian Pencarian Korban KM Sinar Bangun, MS Kaban: Pemerintah Telalu Meremehkan Nyawa Manusia

M.S Kaban turut berkomentar mengenai penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun.

Penghentian Pencarian Korban KM Sinar Bangun, MS Kaban: Pemerintah Telalu Meremehkan Nyawa Manusia
Kolase Tribun Wow
M.S Kaban dan Luhut Binsar Pandjaitan 

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari iNews yang dipublikasikan melalui Youtube, keluarga korban merasa kecewa dengan penghentian tersebut.

Ernita, keluarga korban masih menunggu kejelasan mengenai kerabatnya merasa tidak puas jika belum menemukan jasad kerabatnya.

"Saya sebagai keluarga atau wakil dari abang saya merasa kecewa merasa gak puas, karena anak kami itu belum dapat, kek mana kami gak tau,' ujar Ernita sambil terbata-bata menahan tangis.

Ernita juga menambahkan permintaannya kepada pemerintah yang ia sebut pejabat untuk memeperhatikan nasib keluarga korban yang ditinggalkan.

"Kami juga minta sama pejabat-pejabat tolong diperhatikan kami yang susah ini, karna kami ini tak tau lagi mau bilang apa, kami cuman pasrah sama Tuhan, dan minta doa semua yang ada di Indonesia," tambah Ernita.

Sementara Lasma (53) seorang bapak yang kehilangan putrinya bernama Siti Arbiah (23) mengaku telah ikhlas menerima penghentian pencarian korban 164 yang hilang.

Ia mengatakan tidak tega melihat tubuh anaknya dalam keadaan tidak utuh. Ia hanya berharap anaknya dapat diterima di sisi Tuhan.

"Saya setuju ini dihentikan. Karena kalau dapat pun tubuh anak saya sudah hancur," ujarnya sembari menangis sembari menunjukkan foto putrinya bersama pacarnya, Alfaro Siahaan pada acara pertemuan antara keluarga korban dengan tim pencarian di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/7/2018).

Atas sejumlah pro kontra yang ada di keluarga korban pun, Luhut mengatakan bahwa pencarian itu tidak dapat dilanjtukan dalam waktu dekat namun ia memastikan untuk bisa dilakukan.

Alasannya, secara teknis dan peralatan ada berbagai kendala yang harus dihadapi. (Tribunwow.com/ Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved