Piala Dunia 2018
8 Alasan Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018, dari Pertahanan hingga Kesalahan Joachim Low
Tak hanya itu, Jerman juga mengikuti jejak sejumlah juara bertahan sebelumnya yang tersingkir di babak penyisihan grup.
Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Timnas Jerman harus angkat koper dari Piala Dunia 2018 setelah kekalahannya 2-0 dari Korea Selatan di babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2018.
Sang juara bertahan itu harus pulang dengan kekecewaan besar karena tak lolos babak 16 besar.
Tak hanya itu, Jerman juga mengikuti jejak sejumlah juara bertahan sebelumnya yang tersingkir di babak penyisihan grup.
Tahun 2002 Prancis juara dunia, dan harus tersingkir di babak grup empat tahun kemudian.
• Jadwal Lengkap dan Jam Tayang Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Rusia di Trans Tv
Lalu hal yang sama terulang, Italia yang berhasil menjadi juara 2006, namun harus gagal tahun 2010, begitu juga Spanyol yang menjadi juara 2010, dan tersingkir di 2014.
Pelatih timnas Jerman, Joachim Low sudah waspada terhadap perangkap itu.
Bahkan, Low sudah mewanti-wanti skuadnya dan menggunakan Spanyol sebagai contoh.
"Setelah memenangkan Piala Dunia, kami harus menemukan diri kami kembali, seperti yang dimenangkan Spanyol pada tahun 2010 dan, pada tahun 2014 dengan tim yang hampir sama, mereka jatuh di babak penyisihan grup," kata Low.
• Joachim Low Sebut Mesut Ozil dan Thomas Muller Bermain Kurang Baik di Piala Dunia 2018
"Mereka memiliki pemain hebat tetapi Anda selalu membutuhkan perubahan."
Namun, perubahan yang diterapkan untuk Die Mannschaft nampaknya gagal dengan cara spektakuler.
Berikut sejumlah alasan kekalahan Jerman, seperti dikutip dari Marca:
1. Pertahanan yang rentan
Jerome Boateng dan Mats Hummels menunjukkan bahwa pertahanan di belakang mungkin lebih baik tanpa mereka.
Setiap kali mereka dipaksa untuk mundur, kecepatan mereka sangatlah kurang.
Meksiko, dengan serangan balik mereka, tahu lebih baik dalam memberikan malapetaka kepada Jerman atas transisi pertahanan dan menyerang mereka.
2. Tidak ada Sane
Pemain muda terbaik Liga Premier, menurut PFA, Leroy Sane memiliki kemampuan yang lebih namun tak diikutkan oleh Joachim Low.
Keserbagunaannya (dia bisa bermain sebagai pemain sayap, playmaker, atau pemain depan) dan kemampuan menggiring bolanya akan ideal untuk membuka pertahanan tertutup tim lawan.
• Jadwal Live Piala Dunia 2018, Panama Vs Tunisia Pukul 01.00 WIB di Trans 7: Jadi Pelajaran Berharga
3. Tidak memiliki titik referensi menyerang
Low belum memiliki pencetak gol yang berpengalaman di turnamen atau pun di kualifikasi.
Thomas Muller dan Sandro Wagner tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di kualifikasi dengan lima gol masing-masing.
Jerman menorehkan rekor gol dengan 43 berkat fakta bahwa mereka mencetak gol melalui 21 pemain yang berbeda.
Namun Jerman harus tersingkir dari Piala Dunia dengan hanya mencetak dua gol, dari Marco Reus dan Toni Kroos melawan Swedia.
4. Toni Kroos
Semua tanggung jawab bola selalu ke Toni Kroos.
Kroos akan selalu menerima bola dari pemain bek seperti Hummels atau Boateng ketika dalam posisi efektif.
Namun Jerman yang selalu mendapatkan bola dari belakang, menjadi terlalu mudah ditebak oleh tim lawan.
• Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018, Kamis 28 Juni 2018: Singkirkan Serbia, Brasil Juarai Grup E
5. Manuel Neuer
Meskipun tampil buruk dalam laga melawan Korea Selatan, Manuel Neuer itu sama sekali tidak bertanggung jawab atas tersingkirnya Jerman.
Low terkesan keras kepala saat bertaruh pada penjaga gawang Bayern ini sebagai starter daripada menggunakan kiper, Marc-Andre ter Stegen setelah tahun yang luar biasa di Barcelona.
6. Tim sedang tidak optimal
Jerman mengikuti Piala Dunia dengan kondisi kebugaran yang mengkhawatirkan.
Tampaknya tidak ada dari para pemain yang tiba di Rusia dalam keadaan optimal.
Hal itu ditunjukkan dengan kurangnya performa mereka dalam laga persahabatan mereka sebelumnya ketika mereka kalah dari Austria dan nyaris mengalahkan Arab Saudi.
7. Ozil dan Muller
Dua pemain yang dipanggil untuk membantu Jerman itu tak dapat berbuat banyak.
Muller dan Ozil kurang tampil kurang maksimal dalam pertandingan di babak penyisihan grup.
8. Kesalahan Low
Pelatih Jerman nampaknya ingin mempertahankan kejayaan sama seperti di tahun 2014, sambil memperkenalkan beberapa perubahan di timnya.
Rencana yang dilakukan Low merupakan transisi yang sulit dan tidak berjalan dengan baik.
Dia mencadangkan Ozil dan Khedira saat melawan Swedia dan mencadangkan Muller dal laga menghadapi Korea Selatan.
Tetapi tidak ada yang berjalan dengan baik. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)