Hidayat Nur Wahid: Nama Koalisi Keumatan Itu Belum Final
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan jika nama koalisi keumatan belum menjadi keputusan yang final.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan jika nama koalisi keumatan belum menjadi keputusan yang final.
Sebelumnya, koalisi keumatan sempat tercetus pasca pertemuan Prabowo, Habib Rizieq, dan Amien Rais di Kota Mekkah.
Dari pertemuan tersebut, didapat empat parpol yang tergabung dalam koalisi keumatan.
Empat parpol tersebut yakni Gerindra, PKS, PBB, dan PAN.
Meskipun begitu, Wakil Ketua Majlis Syura PKS ini mengatakan lebih mendukung nama koalisi keumatan dan kebangsaan.
Selain nama koalisi keumatan dan kebangsaan, dirinya juga mencermati nama koalisi kedaulatan.
Koalisi kedaulatan ini diusulkan oleh Ustaz Lalu Suryade.
@suryadelalu: Saya usul “koalisi kedaulatan”
• Rustam Ibrahim: Retorika Ali Ngabalin Jauh Lebih Hebat dari Fahri, Fadli Zon, Bahkan Amien Rais
Namun, Hidayat Nur Wahid mengatakan pihaknya masih akan merundingkan bersama-sama terlebih dahulu.
@hnurwahid: Itulah krnnya saya sampaikan nama koalisi keumatan itu belum final.
Saya usulkn”Koalisi Keumatan & Kebangsaan”.
Usulan ust@suryadelalu “Koalisi Kedaulatan” bagus, ada usulan lainnya?
Nanti kita bahas ber-sama2. Yang terpenting koalisi tersebut realisasikan tujuan pembentukan koalisi.
Dikabarkan sebelumnya, Amien Rais sempat mengunggah video yang memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai koalisi keumatan yang ia inisiasi.
"Jangan salah sangka dengan Koalisi Keumatan. Karena di sebalik koalisi keumatan, itu ada koalisi kebangsaan", ujarnya dalam video singkat.
Menginisiasikan dengan dua sisi mata uang. menurut Amin pihaknya tidak hanya bicara masalah Islam saja, melainkan juga memikirkan nasib bangsa.
• Mengibaratkan Dua Sisi Mata Uang, Amien Rais: Dibalik Koalisi Keumatan, Ada Koalisi Kebangsaan
Hal ini ia tuliskan dalam akun Instagramnya, @amienraisofficial sebagai berikut:
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saudara-saudaraku, lewat sedikit waktu ini, saya akan mengatakan, jangan salah sangka dengan koalisi keumatan.
Karena di sebalik koalisi keumatan, itu ada koalisi kebangsaan. Jadi keumatan, kebangsaan, itu dua sisi dari satu mata uang yang sama.
Kita gak bicara masalah islam thok, umat islam thok, kita juga memikirkan nasib bangsa kita ini.
Bagaimana modal asing menguasai Indonesia, bagaimana semua proyek-proyek infrastruktur dikasihkan ke orang asing, bagaimana tenaga kerja asing membanjiri Indonesia, bagaimana hutang kita demikian memprihatinkan.
Sehingga kita bicara masalah kebangsaan. JELAS SEKALI.
Sehingga keumatan itu bisa dibaca: keumatan dan kebangsaan.
Saya kira cukup jelas mudah-mudahan.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. #amienrais"
(TribunWow/Dian Naren)