Pakar Hukum Romli Atmasasmita Beberkan Biaya Perkara Korupsi, Makan Napi Rp 15 Ribu Per Hari
Pakar Hukum sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita turut menanggapi maraknya OTT KPK.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita turut menanggapi maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dari laman Twitter @romliatma yang diunggah pada Minggu (3/6/2018) hingga Selasa (5/6/2018).
Romli Atmasasmita menganggap jika penolakan KPK tentang tipikor masuk RUU KUKP tidak etis, lantaran dilakukan dengan menyurati presiden.
Menurutnya, korupsi bukan lagi kasus kejahatan luar biasa karena kasus yang nilainya jauh di bawah standar KPK yakni sebesar Rp 1 miliar juga diambil oleh KPK.
• Faizal Assegaf Tuding Karni Ilyas dan Ratna Sarumpaet Saling Kedip Mata Salurkan Misi Politik di ILC
Dalam postingannya itu, Romli Atmasasmita juga membeberkan biaya perkara 1 kasus korupsi.
Termasuk biaya makan para narapidana yang bernilai Rp 15.000 tiap orang per harinya.
Berikut unggahan Romli Atmasasmita terkait hal tersebut.
"Penolakan kpk dgn surati pres ttg tipikor masuk ruu kuhp tdk etis,
• 6 Fakta Kelompok Aliran Sesat Bantai Keluarga di Sumut, dari Mengungsi ke Gunung hingga Bisikan Gaib
asal tahu banyak ks korupsi saat ini di kpk krn hasil OTT bukan hsl lid yang prosedural sesuai uu kpk dn kuhap alias banyak @ks korupsi hsl rekayasa via OTTbdb kpk juga tdk luput dr@kesalahan jika baca lapran BPK.
sekalipun tipikor kini sdh bukan@kjhtn luar biasa, sebaliknya pmth wajib jelaskan solusi tumpang tindih dlm praktik jika disahkan ruu kuhp.
sy sendiri blm paham benar apa yg dimaksud core crime dr tipikor dlm ruukuhp dn dlm uu tipikor; bgmn dgn tpuu sbg hasil tipikor (predicate offence).
• Sempat Viral Telanjang Dada Kejar Presiden, Ini yang Didapatkan Bona Setelah Berhasil Menemui Jokowi
korupsi bkn kjhtn lb krn juga kpk nilai kasus jauh dibawah standar kpk sebesar 1 milyar di ambil juga merendahkan wibawa kpk sbg lembaga penegak hk dgn wewenang luar biasa,
sdgkn nilai jauh dibawah standar tsb(10 sd 250 juta) standar polri dn kejaksaan.
Jepang satu2 nya negara menolak gratifikasi masuk Konvensi PBB Anti Korupsi(2003) dgn alasan kultur msyrkt jepang mengucapkan tks wajib hukumnya bentuk penghormatan kecuali suap.
gara2 kpk ott dgn nilai dibawah 1M yg disyaratkan UU KPK bahkan ada yg 10 juta maka korupsi bukan lagi extranordinary crimes tapi ordinary crimes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/romli-atmasasmita_20180530_080515.jpg)