Ratna Sarumpaet: Garuda Indonesia Bangkrut, Salah Jokowi, Jadi Presiden Digaji Rakyat
Ratna Sarumpaet menuliskan kritikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal isu maskapai Garuda Indonesia yang mengalami kebangkrutan.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Seniman tanah air, Ratna Sarumpaet menuliskan kritikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal isu maskapai Garuda Indonesia yang mengalami kebangkrutan.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @RatnaSpaet yang ia tuliskan pada sabtu (2/6/2018).
Diketahui, ebanyak 1.300 pilot dan lima ribu kru maskapai Garuda Indonesia mengancam akan melakukan aksi mogok dalam waktu dekat.
Jumlah tersebut telah dipastikan oleh Asosiasi Pilot Garuda (APG).
Diketahui, aksi mogok ini diprakarsai oleh Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) dan APG.
Pihak Pilot dan karyawan Garuda mengungkapkan pendapat mereka.
• Refly Harun Sebut Pancasila Lahir 18 Agustus 1945, Budiman Sudjatmiko Beberkan Isi Surat Bung Hatta
Hal itu dikatakan oleh Presiden APG Captain Bintang Hardiono
Menurut Bintang, ada sejumlah masalah teknis di garuda.
Termasuk masalah yang muncul lantaran sejumlah Dewan Direksi tak memiliki latar belakang dalam bidang penerbangan.
Bintang mengungkapkan, jika sebagian besar mereka berasal dari dunia perbankan.
Ia pun memberi contoh, seperti kebijakan meniadakan mobil jemputan untuk kru kabin yang akhirnya menuai kontra dari pihak karyawan dan pilot.
• Guntur Romli: Kalau Fahri Hamzah Sendirian di Gedung DPR RI, Biarkan Saja Diledakkan Bom
Dilaporkan, atas kebijakan tersebut, muncul beberapa kasus kecelakaan yang menimpa para kru maskapai.
"Pilot, kan, mikirnya safety, karena bisa pulang pukul 02.00 atau 04.00 pagi. Alasan perusahaan, di luar negeri bisa kok naik angkutan umum. Kok disamain sama luar negeri, kan di sana kereta bus tepat waktu, di sini gimana tepat waktu?" ucap Bintang.
Selain soal teknis, gaji dan pergeseran jam kerja juga menjadi persoalan.
Menanggapi polemik yang terjadi di perusahaan Garuda Indonesia, Ratna Sarumpaet menilai bahwa semau ini hancur di tangan rezim Jokowi.
