Sindir Pohon Plastik di Jakarta, Denny Siregar: Udah Keluar 8 Miliar Baru Teriak Ngawur
Denny Siregar pun menyindir seseorang yang sudah jauh-jauh kuliah di Amerika tapi hanya bisa menanam pohon plastik.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Tak tanya itu, pohon plastik yang berada di Medan Merdeka Barat juga dilepas lantaran menuai protes dan sindiran dari netizen di media sosial.
Menanggapi adanya pohon-pohon plastik ini, Wakil Gubernur DKI Jakrta Sandiaga Uno pun mengaku kaget dan heran.
Sandiaga Uno sendiri pertama melihat pohon tersebut pada Rabu (30/5/2018) saat dirinya baru kembali dari tanah suci.
Sandiaga Uno pun mengatakan jika inisiatif pohon plastik tersebut tidak dipikirkan secara baik.
Ia pun mengaku maklum dengan kebijakan tersebut.
"Ya, sometimes people make effort untuk secara... Mengambil inisiatif ya... Tapi ya kadang-kadang dari inisiatif tersebut ada yang tidak terpikirkan dengan baik dan kita beri maklum, pengertian ke mereka bahwa kalau mereka ngambil inisiatif itu lebih baik disosialisasi dulu ke kepala dinasnya," ucap Sandiaga Uno.
Soal anggaran, ada dua versi, pertama Rp 8,1 miliar dan kedua Rp 2,2 miliar.
Angka pertama ada di Dinas Kehutanan.
Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pengadaan tanaman imitasi tersebut diketahui berjudul lelang pengadaan tanaman dan bahan dekorasi.
Akan tetapi, hal ini mendapat bantahan dari Iswandi.
Versi kedua pun mendapat bantahan dari Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno mengatakan jika Rp 2,2 miliar untuk pengadaan lampu hias dan pencahayaan kota di Suku DInas Perindustrian dan Energi tahun anggaran 2018 baru akan dilelang.
"Kalau anggaran yang Rp 2,2 miliar yang ditanyakan oleh temen-temen itu untuk lampu-lampu dan beautification yang berkaitan dengan Asian Games yang baru akan dilelang," kata Sandiaga.
Hingga kini anggaran tersebut masih menjadi tanda tanya, dan belum diketahui jumlah pasti anggaran yang digelontorkan untuk pohon plastik tersebut.
• Alvin Lie Tunjukkan Bukti Gaji DPR, Mahfud MD: Lah yang Besar-besar Kan Banyak tapi Diterima Tunai

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)