Sindir Jokowi, Amien Rais: Sekarang Ini Mau Dua Periode, tapi Nanti Allah yang Memutuskan
Amien Rais selaku Ketua Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni (PA) 212 hadir dalam Rakornas hingga membahas kriteria Calon Presiden dan Wakil Presiden.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Amien Rais selaku Ketua Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni (PA) 212 hadir dalam Rakornas hingga membahas kriteria Calon Presiden dan Wakil Presiden yang sesuai kriteria rapat.
Dalam rekomendasi tersebut muncul beberapa nama seperti Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, dan Zulkifli Hasan.
Selain itu, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga muncul sebagai rekomendasi calon wakil presiden, bersama Ahmad Heriyawan, Hidayat Nur Wahid, Anies Matta, dan Eggi Sudjana.

Rekomendasi PA 212 (Screenshot)
• Jawab Foto Kedekatannya dengan Jokowi yang Viral, Fahri Hamzah: Politik Bukan untuk yang Jiwanya ABG
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Amien Rais juga mengajurkan kepada calon presiden petahana, Joko Widodo untuk tetap tenang menghadapi Pilpres 2019.
Menurutnya kekuasaan tidak ada yang langgeng dan semua keputusan ada di tangan Tuhan.
"Sekarang ini, mau dua periode, tapi nanti Allah yang memutuskan. Santai sajalah. Pak Jokowi juga saya anjurkan tenang-tenang saja. Kekuasaan tidak ada yang abadi, di dunia ini tidak ada yang abadi," ujar Amien Rais usai Rakornas PA 212 di Aula Sarbini Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018) dikutip dari Tribunnews.
Amien juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin adalah panggilan Tuhan dan tidak ada kekuasaan yang abadi selama Tuhan tidak mengizinkan.
"Pemimpin itu panggilan dari Allah, kalau tidak dicopot kembali, jangan sampai mimpi menikmati dan lain-lain," ujar Amien Rais.
• CPNS 2018 Dibuka Juli, Catat Tanggal hingga Persyaratannya Lengkap!
Sebelumnya, Amien Rais juga sempat mengunggah sebuah video yang bertajuk 'Kekuasaan Tidaklah Abadi' dalam akun youtube Amien Rais.
Dalam video tersebut, Amien menjelaskan perihal kuasa Allah dalam menentukan pemimpin.
"Sejatinya, secuil kekuasaan yang diberikan kepada seorang Hamba Allah dari Yang Maha Berkuasa, itu hanyalah titipan sementara. Kemudian Allah bisa memberikan kepada siapapun yang dikehendaki tapi juga bisa dicabut kembali. Kapanpun.
Allah juga memuliakan hamba yang dikehendaki, Tapi ada kalanya juga menistakan, menghinakan, yang dimuliakan tadi, sesuai dengan kehendak Allah.
Karena apa? semua kekuasaan ada di tangan Allah dan Allah itu Maha Berkuasa atas segala sesuatu," ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga memberikan contoh pada prosesi Pilkada Jakarta dan Pemilu Malaysia.
Mantan Ketua MPR tersebut juga mencontohkan bagaimana Najib Razak di Malaysia yang ingin kembali merebut posisi Perdana Menteri, namun digagalkan oleh Mahathir Mohamad. (TribunWow/Dian Naren)
Lihat videonya di bawah ini.