E-KTP Tercecer, Ferdinand Hutahaean: Pemerintah Meremehkan dan Menyepelekan Kerahasiaan Identitas
Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan komentarnya terkait insiden tercecernya KTP elektronik (e-KTP) di jalanan.
Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan komentarnya terkait insiden tercecernya KTP elektronik (e-KTP) di jalanan.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan judul Melacak Misteri Tercecernya Ribuan E-KTP yang diunggah pada Selasa (29/5/2018).
Ferdinand mengatakan jika masalah e-KTP selalu menjadi sebuah kasus musiman.
• Menhub Imbau Kepada Masyarakat untuk Mudik Seminggu Sebelum Lebaran
Kemunculannya, kata Ferdinand, selalu mendekati Pilkada Serentak.
"Sepertinya kasus e-KTP ini kasus musiman, dimana plkada serentak mau ada, disitu dia muncul. Muncul atau dimunculkan. Tahun 2017 menjelang Pilkada Serentak, kasus e-KTP ini marak," kata Ferdinand.
Tak berhenti disitu saja, Ferdinand juga mengatakan jika pemerintah seakan meremehkan dan menyepelekan kerahasiaan data penduduk sipil.
Menurutnya, hal itu ditunjukkan dengan pemilihan truk bak terbuka yang digunakan dalam pengangkutan e-KTP itu.
• SBY Kenakan Kaus Bertagar #JanganDiam Karena Bila yang Benar Diam, maka yang Jahat Akan Menang
"Saya melihat bahwa pemerintah terlalu meremehkan dan menyepelekan kerahasiaan data warga sipil negara. E-KTP yang rusak itu biarpun rusak secara fisik atau chipnya tidak ada, tetapi itu memuat nama, alamat dan ada NIK disana. Tetapi secara serampangan diangkut dengan kendaraan yang tidak jelas spesifikasinya pengangkatannya, saya agak kecewa melihat Kemendagri seperti ini, harus ada yang spesifik," lanjut Ferdinand.
Lebih lanjut, Ferdinand mengatakan bahwa Pemerintah tidak boleh menyalahkan prasangka publik atas insiden tercecernya e-KTP ini.
Pasalnya, tahun ini sudah memasuki tahun politik.
"Publik wajar berprasangka, karena ini memasuki tahun politik. Jadi pemerintah tidak boleh menyalahkan prasangka publik. Karena itu terkait dengan isu politik yang ada sekarang," tandas dia.
Dirinya juga berharap kedepan negara semakin lebih dan tertib lagi agar tidak terulang insiden serupa.
Simak selengkapnya dalam video di bawah ini.
• Jawab Foto Kedekatannya dengan Jokowi yang Viral, Fahri Hamzah: Politik Bukan untuk yang Jiwanya ABG
Diketahui sebelumnya, ribuan e-KTP berceceran di Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/5/2018).